Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi alokasi anggaran sebesar Rp113,91 miliar yang diperuntukkan bagi penyelenggara acara atau event organizer (EO). Anggaran ini menjadi perbincangan setelah daftar rinciannya beredar luas di media sosial X pada Minggu (12/4/2026).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, membenarkan keberadaan anggaran tersebut. Dadan menjelaskan bahwa penggunaan jasa EO merupakan kebutuhan strategis dan mendesak bagi lembaga yang masih berada dalam tahap awal pembentukan.
Menurut Dadan, BGN saat ini fokus pada penyusunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Kondisi ini menyebabkan BGN belum memiliki kapasitas internal yang memadai untuk menyelenggarakan kegiatan berskala besar secara mandiri.
"Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," ujar Dadan dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari Money.
Dadan menambahkan, EO memiliki keahlian manajerial acara yang belum sepenuhnya dikuasai oleh BGN. Kemampuan ini mencakup perencanaan, koordinasi dengan berbagai vendor, pengelolaan teknis di lapangan, hingga mitigasi risiko operasional.
Selain itu, penggunaan EO juga dinilai membantu penataan administrasi dan keuangan. Proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat berjalan lebih terpusat dan sistematis.
"Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelas Dadan.
Penggunaan jasa EO dianggap lebih efisien dibandingkan dengan pembentukan tim internal secara mendadak. Proses rekrutmen dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) dinilai membutuhkan waktu yang tidak singkat, sementara program-program harus segera dilaksanakan.
Dadan menyebut EO sebagai solusi "bridging" untuk memastikan program tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas dan waktu. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan EO bukan hanya acara seremonial semata.
Kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari strategi komunikasi publik BGN terkait isu gizi nasional. Peran EO mencakup kampanye publik, sosialisasi nasional, serta kegiatan teknis seperti bimbingan teknis (bimtek) bagi penjamah makanan.
"Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya," kata Dadan.
EO juga memberikan masukan dalam perencanaan kegiatan, termasuk strategi komunikasi, pengelolaan audiens, dan optimalisasi anggaran. Dadan memastikan bahwa penggunaan anggaran dilakukan sesuai aturan yang berlaku, dengan menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·