Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia Ronaldy Herbintoro mengatakan bibit-bibit muda potensial mulai bermunculan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 cabang loncat indah yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa hingga Kamis (7/5).
Menurutnya, regenerasi atlet mulai terlihat dengan meningkatnya daya saing atlet lapis kedua terhadap para senior. Perkembangan tersebut menjadi indikator positif bahwa pembinaan loncat indah nasional berjalan ke arah yang tepat.
“Kalau melihat Kejurnas kali ini, banyak kejutan, terutama dari atlet lapis kedua. Mereka sudah mulai menunjukkan teknik dan power yang lebih baik, bahkan membuat pelatih dan senior cukup terkejut,” kata Ronaldy kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, dalam beberapa nomor perlombaan, atlet-atlet muda mulai mengancam dominasi senior yang sebelumnya relatif tidak tersentuh.
“Dulu senior masih cukup aman, belum ada yang mendekati. Sekarang sudah mulai ketat. Ini yang membuat kami optimistis pembinaan berada di jalur yang benar,” ujarnya.
Baca juga: Hasil Kejurnas Akuatik Indonesia 2026, DKI Jakarta memimpin
Selain peningkatan kualitas, Ronaldy menyebut jumlah peserta pada Kejurnas kali ini juga mengalami peningkatan dibandingkan edisi sebelumnya.
Sebanyak 84 atlet, terdiri atas 49 putra dan 35 putri dari 12 tim, ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Menurut dia, sistem keikutsertaan yang memungkinkan satu daerah mengirim lebih dari satu tim berdampak pada bertambahnya jumlah atlet sekaligus meningkatkan persaingan di setiap nomor.
Ronaldy juga mengatakan peta persaingan makin ketat dengan munculnya kekuatan baru dari daerah di luar dominasi DKI Jakarta dan Jawa Timur.
“Beberapa daerah sudah mulai berkembang. Ini penting karena pembinaan tidak lagi terpusat di satu-dua wilayah saja,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan Kejurnas tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga sarana evaluasi pembinaan nasional, termasuk untuk memetakan atlet potensial yang dapat diproyeksikan ke level internasional.
“Dari hasil ini nanti kami buat peringkat dan masuk ke dalam long list atlet. Harapannya mereka bisa dipersiapkan untuk kejuaraan internasional,” ujar Ronaldy.
Ia berharap tren positif regenerasi tersebut dapat terus dijaga melalui pembinaan yang berkelanjutan guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat Asia maupun dunia.
Baca juga: Tiga rekornas terpecahkan di hari kedua Kejurnas Akuatik 2026
Baca juga: Atlet pelatnas akuatik Asian Games 2026 dikembalikan ke klub masing-masing
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·