Bingung Membedakan PCOS dan PMOS? Begini Penjelasan Dokter

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Kondisi penyakit yang selama ini dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) kini berganti nama menjadi Polyendokrin Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS). Sebenarnya, apa perbedaan dari kedua istilah ini?

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (KFER) dari Brawijaya Hospital Antasari, dr M Luky Satria Syahbana Marwali, SpOG, SubspKFER menjelaskan, PCOS yang sudah puluhan tahun dikenal, mengesankan penyakit hanya ada di ovarium atau indung telur. Padahal, diagnosa yang mengarah ke PCOS tidak terbatas di ovarium.

"Sebetulnya itu nggak hanya terbatas di ovarium, jadi dia polyendokrin," kata dr Luky kepada detikcom, Senin (25/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam istilah PMOS, polyendokrin mencakup gangguan hormon, mulai dari gangguan hormon di otak, ginjal hingga di ovarium Kemudian, metabolic mengacu pada gangguan metabolic, yaitu resistensi insulin. Sementara penyebutan ovarian mengacu ke masalah di ovarium.

"Jadi PMOS, Polyendokrin Metabolic Ovarian Syndrome lebih menggambarkan penyakitnya memang penyakit yang lebih luas dari PCOS," kata dr Luky.

"Karena kalo PCOS orang mikirnya hanya di ovarium saja, padahal banyak efek-efek lain dari satu penyakit," tambahnya

Sementara itu, terkait perubahan nama, dr Luky mengatakan, pengobatan untuk PCOS dan PMOS sama saja.

"Pengobatannya sih tetap sama diagnosticnya tetap sama, semuanya sama. Hanya, PMOS menggambarkan penyakitnya secara keseluruhan," pungkas dr Luky.


(elk/up)