BMKG Deteksi Empat Sirkulasi Siklonik Memicu Cuaca Ekstrem

Sedang Trending 17 jam yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan prakiraan cuaca terbaru untuk Rabu, 20 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, pihak berwenang mendeteksi pergerakan atmosfer yang dinamis pada fase pancaroba saat ini.

Kondisi tersebut ditandai dengan munculnya empat titik sirkulasi siklonik secara simultan di wilayah Indonesia dan Samudra Pasifik. Fenomena ini merangsang pembentukan area pertemuan angin yang memanjang.

Dampaknya, pertumbuhan awan hujan mengalami peningkatan yang cukup masif dari kawasan barat hingga timur Indonesia. Sistem cuaca ini memicu terbentuknya wilayah konvergensi dan konfluensi yang cukup luas.

Data terkini dari BMKG menunjukkan bahwa titik-titik sirkulasi siklonik tersebut diperkirakan muncul di beberapa lokasi spesifik. Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia di sebelah barat Sumatera Barat.

Selain itu, fenomena serupa terdeteksi di Samudra Pasifik bagian utara Papua serta utara Papua Nugini. Titik keempat terpantau berada di Samudra Pasifik wilayah timur laut Papua Nugini.

Dampak dari sistem ini memanjang di sepanjang perairan barat Sumatera bagian utara hingga tengah. Area konvergensi juga terbentuk dari Papua Barat menuju perairan utara Papua Barat hingga pesisir utara Papua.

Jalur konvergensi sekunder juga dilaporkan muncul di berbagai daerah lain. Wilayah tersebut mencakup Aceh, pesisir timur Sumatera Utara, Riau, Laut Natuna, Selat Karimata, hingga Kepulauan Bangka Belitung.

Kondisi serupa merata di Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Jawa bagian timur, serta Laut Banda. Wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Laut Arafuru juga mengalami hal yang sama.

Tiga Wilayah Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem

Perpaduan berbagai dinamika atmosfer ini berpotensi mendatangkan cuaca ekstrem di beberapa titik. Pihak BMKG meminta warga untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

Status siaga tersebut berlaku bagi wilayah Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku Utara. Masyarakat di tiga provinsi ini diimbau waspada terhadap dampak lanjutan dari curah hujan yang tinggi.

Sementara itu, daerah-daerah lain yang masuk dalam peta kategori warna kuning tetap diminta waspada. Wilayah tersebut masih memiliki potensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba.