Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 13 hingga 16 April 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Prakiraan cuaca ini disampaikan di tengah peralihan musim dari hujan menuju kemarau.
Dilansir dari Detikcom, beberapa faktor dinamika atmosfer menjadi penyebab utama terjadinya hujan tersebut. Aktivitas gelombang seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) terpantau aktif di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berperan dalam meningkatkan potensi pembentukan awan hujan, terutama saat melintasi wilayah Sumatera.
BMKG menyebutkan bahwa pada periode tersebut, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Beberapa daerah bahkan diprakirakan akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, seperti Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.
Perubahan musim juga mempengaruhi pola cuaca. Peralihan monsun dari Asia menuju Australia turut membentuk pola sirkulasi udara yang memicu terbentuknya area pertemuan angin. Sementara itu, menguatnya monsun Australia membawa massa udara yang cenderung lebih kering. Namun, aktivitas gelombang atmosfer dan potensi sirkulasi siklonik masih mendukung pembentukan awan hujan.
BMKG juga memberikan peringatan dini terkait potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi di Papua Barat Daya. Masyarakat diminta untuk memantau informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG. Pengendara disarankan untuk lebih berhati-hati saat melintasi wilayah rawan genangan atau pohon tumbang, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berisiko roboh.
BMKG juga mencatat bahwa pada periode sebelumnya, yaitu 30 Maret hingga 1 April 2026, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan tertinggi mencapai 134,3 mm/hari di Maluku.
“Informasi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga masyarakat perlu terus memantau pembaruan prakiraan dan peringatan dini resmi,” demikian imbauan BMKG.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·