BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Jawa Timur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Senin, 27 April 2026. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif melintasi wilayah Indonesia.

Prakiraan dari BMKG Juanda menunjukkan hujan disertai petir berpeluang terjadi di wilayah selatan seperti Pacitan dan Trenggalek pada sore hingga malam hari. Sementara itu, wilayah Madiun dan Magetan yang mengawali pagi dengan cuaca cerah diprediksi berubah menjadi berawan hingga hujan pada siang hari.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan bahwa keberadaan MJO memicu pembentukan awan hujan yang didukung oleh aliran massa udara basah dari Samudra Pasifik. Labilitas atmosfer lokal yang tinggi turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif secara intensif di wilayah Jatim.

"Perlu diwaspadai hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Ngawi," ungkap Setiyaris, Minggu, 26 April 2026.

Data teknis BMKG mencatat suhu udara di Jawa Timur berada pada kisaran 13 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 58 sampai 100 persen. Angin dilaporkan bertiup dominan dari arah Timur Laut dengan kecepatan antara 5 hingga 23 kilometer per jam.

Selain kondisi daratan, BMKG Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan terkait tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur yang diprediksi mencapai 1,3 hingga 2,8 meter. Angin di wilayah tersebut bergerak dari arah barat dengan kecepatan maksimum 23 knot atau sekitar 43 kilometer per jam.

Kondisi berbeda terpantau di Laut Jawa bagian timur dengan ketinggian gelombang yang lebih rendah, yakni berkisar 0,5 hingga 1,2 meter. Di Selat Madura, tinggi gelombang diperkirakan berada pada angka 0,5 hingga 1,1 meter dengan kecepatan angin maksimum 20 knot.

BMKG mengimbau kepada seluruh nelayan serta operator transportasi laut untuk selalu memantau perkembangan kecepatan angin dan ketinggian gelombang. Kewaspadaan ekstra diperlukan terutama saat beraktivitas di perairan selatan yang mengalami peningkatan risiko keselamatan akibat cuaca buruk.