Badan Meteorologi, Climatalogi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi dalam sepekan ke depan.
Kondisi cuaca buruk berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berpeluang melanda berbagai daerah sejak sore hari dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologis.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini masih mendukung peningkatan suplai uap air serta pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah.
"Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis," tutur Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia dalam keterangannya, Minggu 17 Mei 2026.
Faktor pendorong cuaca ekstrem ini meliputi suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia serta aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di atas Pulau Jawa.
"Like perlunya mempertimbangkan kondisi itu dalam perencanaan aktivitas sehingga bisa mempertimbangkan kehati-hati dalam merencanakan aktivitas atau perjalanan baik darat, laut, dan udara dengan memantau informasi cuaca terkini," jelasnya.
Rakhmat juga meminta agar warga tidak panik dalam menghadapi situasi ini, namun tetap mengenali risiko lingkungan sekitar serta mengikuti protokol keselamatan yang berlaku.
"Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat diminta tetap menyikapi hal itudengan tenang namun siaga, mengenali risiko lingkungan, serta mengikuti arahan protokol evakuasi dari pemerintah daerah," sambungnya.
Berdasarkan data terkini BMKG pada Sabtu, 23 Mei 2026, wilayah Bandung Raya diprediksi akan diguyur hujan sepanjang hari.
Kabupaten Bandung berpotensi mengalami hujan intensitas sedang dengan suhu 19 hingga 28 derajat Celsius dan kelembapan 72 sampai 97 persen, sementara Kota Bandung diprakirakan hujan ringan dengan suhu 21 hingga 28 derajat Celsius.
Selain Bandung Raya, wilayah lain seperti Kabupaten Purwakarta, Sukabumi, Cianjur, Garut, Ciamis, Kuningan, dan Cirebon juga masuk dalam zona siaga cuaca ekstrem akibat pergerakan massa udara basah dari selatan.
BMKG mengingatkan struktur cuaca konvektif ini berpotensi memicu luapan anak sungai, genangan air di kawasan perkotaan, penurunan jarak pandang bagi pengendara, hingga risiko tanah longsor di daerah berlereng curam.
| Purwakarta | Area Waduk & Lingkar Luar | Angin kencang perairan dan struktur pohon tumbang |
| Sukabumi | Pesisir Selatan & Perbukitan | Gelombang tinggi terbatas dan longsoran tebing |
| Cianjur | Cianjur Utara & Jalur Utama | Penurunan jarak pandang bagi pengendara jalan raya |
| Bandung | Bandung Selatan & Hulu Sungai | Luapan anak sungai dan genangan di dataran rendah |
| Kuningan | Lereng Gunung & Perbatasan | Suhu dingin ekstrem lokal disertai angin kencang |
| Cirebon | Wilayah Waled & Pesisir Timur | Sambaran petir terbuka di area persawahan |
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·