Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di hampir seluruh wilayah Indonesia untuk periode Jumat, 17 April 2026, hingga Kamis, 23 April 2026. Sebaran awan pemicu cuaca ekstrem ini diprediksi merata dengan intensitas menengah di berbagai provinsi.
Dilansir dari Kompas, pantauan atmosfer menunjukkan tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori frekuensi tinggi atau frequent (FRQ) dengan cakupan di atas 75 persen. Namun, sebagian besar wilayah Tanah Air masuk dalam kategori occasional (OCNL) dengan tingkat potensi antara 50 hingga 75 persen.
Kondisi ini menandakan bahwa potensi fenomena cuaca buruk seperti hujan lebat yang turun tiba-tiba, petir, dan angin kencang masih tetap mengintai. Meski intensitas cuaca ekstrem skala luas terpantau menurun dibandingkan periode sebelumnya, aktivitas atmosfer di Indonesia dinilai masih sangat dinamis.
Cakupan wilayah dengan potensi awan Cb kategori sedang ini meliputi seluruh Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Wilayah Kalimantan dan Sulawesi juga sepenuhnya berada dalam zona kategori OCNL, termasuk provinsi-provinsi di Maluku serta seluruh wilayah Papua.
Selain wilayah daratan, BMKG mendeteksi potensi serupa di sejumlah perairan strategis dan jalur pelayaran nasional. Beberapa di antaranya meliputi Laut Jawa, Selat Makassar, Selat Malaka, Selat Karimata, serta Samudra Hindia di bagian barat dan selatan Indonesia.
| Sumatera & Jawa | Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim |
| Kalimantan & Sulawesi | Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara, Sulut, Sulteng, Sulsel, Sultra, Gorontalo, Sulbar |
| Bali & Nusa Tenggara | Bali, NTB, NTT |
| Maluku & Papua | Maluku, Malut, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah |
| Perairan | Laut Jawa, Laut Flores, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Arafuru, Selat Makassar, Selat Malaka, Selat Karimata |
BMKG menjelaskan bahwa klasifikasi potensi pertumbuhan awan ini didasarkan pada cakupan spasial yang terbagi menjadi tiga kategori. Kategori isolated (ISOL) untuk cakupan di bawah 50 persen, occasional (OCNL) untuk 50-75 persen, dan frequent (FRQ) untuk cakupan yang melebihi 75 persen.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat selama sepekan ke depan. Pemantauan informasi cuaca secara rutin sangat disarankan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan serta para pelaku sektor transportasi laut dan udara.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·