Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi fenomena El Nino dengan kategori lemah hingga moderat yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Sultra Kusairi saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan BMKG, fenomena tersebut berpeluang terjadi pada periode Mei, Juni, hingga Juli 2026.
Baca juga: El nino moderat, KLHK minta Pemprov Riau waspada
"Fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada Mei, Juni, hingga Juli 2026, dengan peluang berkisar antara 50 hingga 80 persen," kata Kusairi.
Ia menjelaskan bahwa El Nino kategori moderat ditandai dengan adanya anomali suhu permukaan laut antara 1 hingga kurang dari 1,5 derajat Celsius. Sementara untuk kategori lemah, anomali suhu berada pada kisaran 0,5 hingga kurang dari 1 derajat Celsius.
Dalam kesempatan tersebut, Kusairi juga memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai istilah El Nino Godzilla. Ia menegaskan bahwa BMKG tidak mengenal istilah tersebut dalam klasifikasi resmi fenomena iklim.
“BMKG tidak pernah menggunakan istilah El Nino Godzilla. Klasifikasi yang kami gunakan hanya El Nino lemah, moderat, dan kuat,” ujarnya.
Baca juga: El Nino lemah picu musim kemarau yang lebih kering
Baca juga: BMKG: El Nino lemah diprediksi bertahan hingga Juni-Juli
Menurutnya, narasi seperti El Nino Godzilla atau Super El Nino yang kerap muncul di media sosial bukan merupakan terminologi ilmiah dan tidak berasal dari rilis resmi BMKG.
Dia meminta warga untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan selalu memastikan akurasi data melalui kanal komunikasi resmi BMKG.
"Masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam menerima informasi terkait cuaca dan iklim agar memperoleh data yang akurat," kata Kusairi.
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·