BMKG Tetapkan Status Siaga Banjir di Bogor Akhir Pekan Ini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek pada Sabtu dan Minggu, 18-19 April 2026. Kondisi atmosfer ini menempatkan wilayah Kabupaten dan Kota Bogor dalam kategori siaga terhadap dampak hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Prakiraan cuaca untuk Sabtu (18/4/2026) menunjukkan sebagian besar wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok berada pada level waspada. Selain potensi hujan lebat, BMKG melaporkan bahwa tidak terdapat ancaman angin kencang di kawasan penyangga ibu kota tersebut pada periode akhir pekan ini.

Prakirawan cuaca BMKG Ranika Dwi mengungkapkan bahwa sejumlah daerah di Indonesia perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dinamika atmosfer saat ini. Selain Jabodetabek, wilayah lain seperti Aceh, Jawa Barat, dan Sulawesi Barat juga diprediksi mengalami hujan sangat lebat.

"Sejumlah daerah itu meliputi Aceh, Kepulauan Bangka Blitung, Jawa Barat, dan Sulawesi Barat," ujar Ranika Dwi, Prakirawan BMKG.

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pada hari Minggu (19/4/2026), cakupan wilayah yang terdampak hujan lebat mulai berkurang. Meskipun demikian, status waspada tetap berlaku untuk Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi, Depok, serta kawasan Bogor.

Berikut adalah rincian zonasi tingkat kewaspadaan di Jabodetabek berdasarkan data resmi BMKG untuk tanggal 18 April 2026:

Tabel Peringatan Dini Jabodetabek 18 April 2026TanggalLevelWilayah
18 April 2026WaspadaKota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kab. Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kep. Seribu, Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok
18 April 2026SiagaKab. Bogor, Kota Bogor
18 April 2026AwasTidak ada
18 April 2026Angin KencangTidak ada

Secara nasional, BMKG juga memetakan kondisi cuaca di berbagai ibu kota provinsi. Wilayah seperti Pekanbaru dan Tanjung Pinang diprediksi mengalami hujan disertai petir, sementara Denpasar diperkirakan dalam kondisi berawan dan Surabaya mengalami cuaca berawan tebal.

Lembaga tersebut mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi rawan bencana dan terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala. Hal ini penting untuk memitigasi risiko kerusakan infrastruktur atau gangguan layanan publik akibat cuaca ekstrem.