BMKG: Waspadai banjir rob di pesisir NTT pada 20-22 April

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai terjadinya banjir pesisir atau banjir rob di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 20-22 April 2026.

“Masyarakat di wilayah terdampak diimbau waspada terhadap potensi fenomena banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi pada 20-22 April 2026 di sejumlah wilayah pesisir di NTT,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga, di Kupang, Senin.

Ia menyebutkan wilayah terdampak potensi banjir rob, antara lain pesisir Pulau Sabu-Raijua, Pulau Flores-Alor, pesisir Pulau Sumba, dan pesisir Pulau Timor-Rote.

“Kondisi ini disebabkan oleh fenomena fase bulan baru pada tanggal 17 April 2026 dan fase perigee pada tanggal 19 April 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut hingga maksimum,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan data prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang, serta potensi hujan sedang hingga lebat, kondisi tersebut turut mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir rob.

Baca juga: BMKG Sultra imbau warga waspadai potensi El Nino kategori moderat

Yandri menambahkan, banjir rob adalah peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan yang tinggi, kemudian menyebabkan daerah di sekitarnya tergenang oleh air laut.

Kondisi tersebut, lanjut dia, dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas tambak garam dan perikanan darat, serta aktivitas perekonomian lainnya.

Ia menyampaikan bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan dini banjir rob yang berlaku mulai Senin (20/4) sampai dengan Rabu (22/4).

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut.

“Khusus kepada masyarakat di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak agar meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dan terkini dari BMKG,” kata Yandri.

Baca juga: BMKG: potensi hujan lebat-sangat lebat di sejumlah area pada Senin

Untuk informasi terkait cuaca maritim, masyarakat dapat menghubungi layanan WA di nomor 0812-1512-2192 atau nomor telepon (0380) 8561910 serta pada website maritim.ntt.bmkg.go.id.

Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.