Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan kebakaran tersebut melanda Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan pada Minggu (10/5) sekitar pukul 15.56 WITA.
"Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang," katanya seraya memastikan fokus utama sebelumnya adalah pemadaman untuk mencegah api meluas.
Baca juga: BMKG: Kaltara rawan karhutla
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, kata dia, luas lahan yang hangus terbakar mencapai sekitar dua hektare.
Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), segera dikerahkan ke lokasi dengan membawa peralatan dan kendaraan pendukung pemadaman darat.
Upaya cepat tim gabungan membuahkan hasil, dimana api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada hari yang sama sekitar pukul 18.33 WITA.
Baca juga: BNPB: Delapan hektare lahan gambut di Kaltim dan Kaltara terbakar
Menyikapi kondisi cuaca saat ini, Abdul Muhari menjelaskan bahwa Indonesia tengah memasuki periode peralihan musim dari penghujan menuju kemarau.
Terkait hal tersebut, kata dia, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun karhutla.
"Kami meminta kesiapsiagaan di sejumlah wilayah Indonesia ditingkatkan, terutama dalam memantau titik-titik rawan api, guna meminimalisir dampak yang lebih luas selama musim kemarau," ucap Abdul Muhari.
Baca juga: Curah hujan rendah, Kalimantan Utara rawan kebakaran
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·