Bobby Akan Perbaiki Jalan di Tapsel Usai Ada Ibu Hamil Ditandu 6 Jam ke RS

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Medan, Rabu (15/4/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, merespons adanya ibu hamil bernama Tuti Daulay yang terpaksa ditandu selama 6 jam menuju rumah sakit berjarak 30 kilometer di daerah Tapanuli Selatan.

Tuti harus ke rumah sakit karena bayi di dalam kandungannya meninggal dunia.

Bobby menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya bayi tersebut. Ia memastikan akan mengadakan fasilitas layanan kesehatan berupa puskesmas rawat inap untuk ibu hamil, di kawasan tersebut.

"Kami dari pemerintah provinsi menyampaikan belasungkawa juga atas kondisi ini dan tadi anaknya sampaikan di rumah sakit sudah meninggal. Ini jadi tanggung jawab pemerintah daerah," kata Bobby saat ditemui di kantornya, Selasa (12/5).

"Kami dari pemerintah provinsi akan membantu ini puskesmas-puskesmas untuk bisa menjadi puskesmas rawat inap. Ini sudah program kemarin, akan membantu agar bisa menjadi puskesmas rawat inap dan anggarannya sudah (ada). Kita harusnya dimulai tahun 2027, tapi kita percepat di tahun ini karena tadi ada bantuan dari Bapak Presiden, dari Transfer ke Daerah (TKD) yang beliau berikan kepada kita, kita mulai tahun ini," sambung Bobby.

Bobby mengatakan, pihak pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga akan meninjau infrastruktur jalan di daerah tersebut. Menurutnya, perbaikan akan dilakukan segera.

"Pasti kalau persoalan bukan di fasilitas kesehatannya, tapi persoalan di infrastruktur jalan. Nanti kita cek nih jalan, apakah punya kota atau kabupaten, kita cek di Tapanuli Selatan. Nanti kita coba kita cek kondisi jalannya, apakah rusak memang karena kena bencana atau memang sudah rusak dari sebelumnya. Kita akan pastikan jalannya bisa diperbaiki segera. Ini akan kita salurkan (dananya) ke daerah terkhusus untuk infrastruktur di Kecamatan Arse," ujar Bobby.

Akan Tempatkan Bidan di Daerah Terpencil

Ilustrasi bidan. Foto: PR Image Factory/Shutterstock

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, mengatakan tenaga kesehatan, seperti bidan, akan ditempatkan di wilayah-wilayah terpencil khususnya Kabupaten Tapanuli Selatan, dalam waktu dekat.

"Kami sudah sepakati, misalnya penempatan tenaga kesehatan di wilayah-wilayah terpencil tersebut," tutur Hamid.

Selain itu, Hamid menambahkan, akan dilaksanakan program Jaminan Persalinan. Dalam program itu, ibu hamil yang sulit mengakses layanan kesehatan bisa tinggal sementara di rumah tunggu persalinan.

"Di rumah tunggu itu sudah dilengkapi dengan fasilitas dasar yang bila mana ada kejadian darurat bisa dilakukan pertolongan. Nah, ini yang ke depan juga kita tadi sudah kita sepakati dengan Kementerian Kesehatan akan dirumuskan dan diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama," lanjut Hamid.

Ibu di Tapsel Ditandu 6 Jam

Seorang ibu hamil di Tapanuli Selatan digotong oleh warga menuju rumah sakit, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, ibu hamil bernama Tuti Daulay di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terpaksa digotong oleh warga ke rumah sakit dengan menggunakan bambu.

Samsul Bahri Sihombing, seorang Mantarai (sebutan dokter di kampung Tapanuli Selatan) menjelaskan bahwa Tuti digotong oleh warga pada hari Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia mengatakan, awalnya dirinya dihubungi oleh keluarga Tuti untuk pengobatan bayi di dalam kandungannya. Namun, setelah Samsul mengamati kandungan Tuti bahwa anaknya telah meninggal di dalam kandungannya.

Kemudian, Samsul merekomendasikan agar Tuti dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.

Akses jalan tanah belum terbangun aspal, membuat seorang ibu terpaksa digiring oleh warga dengan menggunakan bambu dan rotan.

Samsul mengatakan, sebanyak 20 warga menggiring ibu itu dengan secara bergantian karena akses jalan yang sempit dan masih berpijakan tanah.

"Roda dua saja pun jarang yang bisa lewat. Kalau pun bisa, dipaksakan warga. Jangankan pengaspalan, alat berat aja pun belum pernah masuk ke sana," ujar Samsul.

Sesampainya di rumah sakit, operasi pun dilakukan pada hari Minggu, 10 Mei 2026, Tuti berhasil diselamatkan. Namun, bayinya telah meninggal dunia.