Seorang anak perempuan berinisial AA (10) ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kuning, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten, pada Sabtu (2/5/2026) siang. Korban yang memiliki riwayat autis tersebut sebelumnya dinyatakan hilang sejak Jumat (1/5/2026) saat sedang bermain di sekitar kediamannya.
Peristiwa hilangnya korban bermula ketika bocah asal Kecamatan Klaten Tengah tersebut meninggalkan rumah pada siang hari namun tidak kunjung kembali hingga petang. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, laporan kehilangan ini kemudian diteruskan ke pihak kepolisian dan tim penyelamat gabungan untuk proses pencarian.
Kapolsek Kalikotes Iptu Ryan Dwi Prabowo memaparkan kronologi awal saat korban terpantau terakhir kali oleh pihak keluarga sebelum dinyatakan hilang selama satu hari.
"Awal mula Jumat tanggal 1 Mei 2026 kurang lebih sekitar pukul 14.00 WIB korban bermain di sekitar rumah di belakang gardu. Namun hingga sore kurang lebih sekitar pukul 16.00 WIB tidak pulang," kata Kapolsek Kalikotes Iptu Ryan Dwi Prabowo kepada detikJateng, Sabtu (2/5/2026) sore.
Upaya pencarian mandiri telah dilakukan pihak keluarga pada malam kejadian namun nihil, sehingga laporan resmi dilayangkan ke Polsek Klaten. Pencarian skala besar kemudian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan unsur BPBD, SAR, dan relawan pada keesokan harinya.
"Dilaporkan sebagai laporan orang hilang ke Polsek Klaten dengan tembusan ke BPBD, SAR dan relawan MDMC. Sabtu 2 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 WIB tim gabungan SAR Klaten, BPBD dan MDMC melakukan pencarian di area sungai Kalikuning belakang rumah korban," terang Ryan.
Penyisiran sungai berlangsung dalam dua tahap setelah sempat dihentikan untuk istirahat siang. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 13.22 WIB di bawah jembatan Kalikuning dengan kondisi luka fisik yang diduga akibat benturan benda tumpul saat terseret arus.
"Sampai di bawah jembatan Kalikuning, Klaten Tengah terus ke arah Kalikotes dan ditemukan pukul 13.22 WIB meninggal dunia terapung dengan kedalaman air sekitar 1,5 meter dengan posisi tertelungkup. Setelah dilakukan evakuasi dan pemeriksaan oleh Puskesmas Kalikotes terdapat luka lecet di wajah dan hidung diduga benturan saat hanyut," jelas Ryan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Keluarga korban telah memberikan pernyataan tertulis untuk tidak melakukan prosedur autopsi lebih lanjut.
"Tidak ada tanda penganiayaan dan korban mempunyai riwayat autisme. Dari keluarga menerima kejadian ini dan meminta agar tidak dilakukan autopsi jenazah, sudah membuat pernyataan tertulis," imbuh Ryan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·