Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan respons positif terhadap rencana PSSI untuk kembali menyelenggarakan turnamen Piala Presiden 2026 sebagai ajang pramusim di Bandung pada Sabtu (18/4/2026). Turnamen ini diproyeksikan menjadi ajang pemanasan bagi klub-klub sebelum mengarungi kompetisi kasta tertinggi Liga 1 musim depan.
"Saya rasa di mana pun di seluruh dunia, Anda selalu memiliki liga dan turnamen. Jadi itu hal yang normal," jelas Bojan Hodak dilansir dari bola.com.
Juru taktik asal Kroasia tersebut mengindikasikan akan melakukan rotasi skuad pada turnamen tersebut dengan memberikan jam terbang kepada para pemain yang jarang tampil di kompetisi reguler. Meski demikian, fokus utama Persib saat ini tetap tertuju pada sisa tujuh pertandingan musim ini guna mengejar target juara hattrick.
"Setiap pertandingan bagi kami adalah tentang menurunkan sebelas pemain terbaik. Kami fokus pada setiap poin dan setiap gol itu penting. Jadi tentu saja saya harus mencari pemain terbaik untuk dimainkan," tegas Bojan.
Rencana penyelenggaraan turnamen ini dimatangkan setelah Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bertemu dengan Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (16/4/2026) tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menggelar dua versi kejuaraan.
Konsep pertama ditujukan bagi pemenang Piala Bupati, Wali Kota, dan Gubernur dari jenjang Liga 4, sementara konsep kedua adalah Piala Presiden Super Match. Versi Super Match merupakan kelanjutan tradisi turnamen pramusim yang melibatkan klub-klub besar dan memiliki sejarah kuat di sepak bola Indonesia.
"Saya bersama Pak Maruarar Sirait membahas rencana untuk gelaran Piala Presiden 2026 yang punya konsep spesial," ujar Erick Thohir melalui akun media sosial resminya.
Erick menambahkan bahwa ajang ini bertujuan memperkuat ekosistem sepak bola nasional agar lebih kompetitif di tingkat internasional. Selain melibatkan klub besar, integrasi dengan pemenang turnamen di tingkat akar rumput diharapkan mampu menyaring bakat-bakat baru secara luas.
"Kami ingin Piala Presiden 2026 menjadi turnamen yang bisa memberikan kesempatan untuk meningkatkan jam terbang pemain sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola nasional yang semakin kuat, kompetitif, dan mampu bersaing di level Asia," jelas Erick Thohir.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·