Pemerintah Bolivia dan Kolombia saling mengusir duta besar (dubes) masing-masing pada Rabu (21/5), setelah memanasnya hubungan diplomatik terkait gelombang demonstrasi anti-pemerintah di Bolivia.
Bolivia lebih dulu mengusir Dubes Kolombia, Elizabeth Garcia, karena menilai Presiden Kolombia Gustavo Petro telah mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.
Kantor berita AFP melaporkan, Petro sebelumnya menyebut aksi demonstrasi di Bolivia sebagai "pemberontakan rakyat" terhadap "kesombongan geopolitik".
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Bolivia mengatakan pengusiran itu dilakukan demi menjaga prinsip kedaulatan dan non-intervensi antarnegara.
"Langkah ini diambil untuk menjaga prinsip kedaulatan, non-intervensi, dan saling menghormati antarnegara," bunyi pernyataan pemerintah Bolivia.
Bolivia juga menegaskan keputusan tersebut dilakukan sesuai hukum internasional dan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik.
Meski demikian, Pemerintah Bolivia menambahkan pengusiran dubes Kolombia tidak berarti hubungan diplomatik kedua negara putus, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Tak lama setelah itu, Kolombia membalas dengan mengusir Dubes Bolivia untuk Bogota, Ariel Percy Molina Pimentel.
"Sebagai bentuk resiprokal, diumumkan pengakhiran tugas Ariel Percy Molina Pimentel," kata Kemlu Kolombia, dilansir AFP.
Gelombang demonstrasi di Bolivia berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan melibatkan petani, buruh, hingga penambang.
Mereka memprotes kebijakan ekonomi Presiden Bolivia Rodrigo Paz yang baru menjabat setelah memenangkan pemilu tahun lalu.
Paz mengakhiri dua dekade pemerintahan sosialis di Bolivia yang dimulai era mantan presiden Evo Morales.
Untuk mengatasi krisis ekonomi terburuk dalam empat dekade, Paz mencabut subsidi bahan bakar yang selama ini berlaku di Bolivia.
Namun kebijakan itu memicu kemarahan publik dan aksi demonstrasi besar di sejumlah kota, termasuk ibu kota La Paz.
Pemerintah Paz menuduh aksi protes tersebut sebagai upaya kudeta yang didukung Morales.
Amerika Serikat (AS) juga menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Paz dan ikut menyinggung dugaan upaya kudeta tersebut.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·