Borneo FC Samarinda memutuskan untuk melakukan transit dan menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta pada Jumat, 15 Mei 2026. Langkah ini diambil oleh manajemen demi menjaga fokus dan konsentrasi penuh para pemain menjelang laga krusial pekan ke-33 Super League 2025/2026 melawan tuan rumah Persijap Jepara.
Klub berjuluk Pesut Etam tersebut saat ini berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan raihan 75 poin. Poin tersebut sama dengan koleksi sang pemuncak klasemen, Persib Bandung, namun Borneo FC kalah dalam catatan head-to-head.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pemusatan latihan di Yogyakarta bertujuan untuk meminimalisir gangguan eksternal yang dapat memecah konsentrasi pemain jika tetap bertahan di Bali. Dilansir dari Detikcom, fasilitas latihan di Yogyakarta yang sudah dikenal baik oleh tim juga menjadi alasan teknis lainnya.
"Kalau tetap di Bali saya khawatir anak-anak ke mana-mana. Bukan mengekang, tapi kita ingin lebih fokus. Selain itu sarana latihan di Jogja juga sudah familiar karena selama ini kita sering TC di sana," kata Dandri Dauri, Manajer Borneo FC.
Manajemen menginginkan agar para pemain tetap berada dalam kondisi mental dan fisik yang prima. Kemenangan tipis 3-2 atas Bali United pada Senin, 11 Mei 2026 lalu di Stadion I Wayan Dipta menjadi modal motivasi besar bagi tim.
"Jadi, motivasi kemenangan dari Bali itu menjadi daya tambah untuk motivasi ke depan ya. Di mana juga anak-anak selama melakukan pelatihan di Jogja juga enjoy dengan program-program itu tapi tetap pada fokusnya," ujar Dandri Dauri.
Meskipun kondisi fisik para pemain dalam keadaan bagus, Dandri menginstruksikan agar seluruh elemen tim tidak meremehkan lawan di sisa kompetisi. Setiap pertandingan di sisa musim ini dinilai sangat krusial.
"Menurut sata merupakan hal yang baik menjaga situasi fisik juga bagus. Jadi ini kita harapkan modal kepercayaan itu tetap ada dan tidak menganggap enteng lawan juga, itu menjadi hal yang harus kita perhatikan," ucap Dandri Dauri.
Manajemen menargetkan poin penuh dalam pertandingan sisa demi menjaga peluang juara. Manajemen juga mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat Samarinda untuk perjuangan tim.
"Saya cuma mengatakan kepada anak-anak, kita fokus karena pertandingan ini belum habis. Kita masih menjaga asa yang ada. Tentu, harapan kita kepada masyarakat Samarinda harus lagi bisa menyertai perjuangan kita melawan Persijap Jepara," kata Dandri Dauri.
Selain usaha di lapangan, kelompok suporter Pusamania turut memberikan dukungan spiritual dengan menyelenggarakan salat hajat demi keberhasilan tim. Langkah suporter tersebut mendapat apresiasi besar dari manajemen Borneo FC.
"Yang terpenting adalah bagaimana usaha dan kerja keras ini tentu dukungan itu yang menjadi modal. Dan terakhir, teman-teman Pusamania kan menyelenggarakan salat hajat. Nah, ini adalah hal yang luar biasa bagi kita di mana harapan kita untuk menjadi yang terbaik ya. Karena kita tidak berharap dengan hasil orang lain, biarkan Allah menentukan takdirnya untuk Borneo," ujar Dandri Dauri.
Di sisi lain, Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes mengaku bangga dengan konsistensi yang ditunjukkan oleh skuad Pesut Etam sepanjang musim ini. Meski demikian, ia menyadari tantangan berat karena timnya kalah dalam catatan head-to-head dari pemuncak klasemen.
"Kami bisa saja meraih enam poin sisa, tetapi tetap tidak juara jika mereka juga sempurna," kata Fabio Lefundes.
Fabio Lefundes kemudian melemparkan gurauan mengenai pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, terkait persaingan ketat kedua tim di papan atas.
"Mungkin Bojan (Hodak) berpikir hal yang sama ketika kami terus menang. Sial, Borneo FC juga tidak pernah salah, mereka terus menang’," ucap Fabio Lefundes.
Berdasarkan jadwal kompetisi, Borneo FC Samarinda akan menantang Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 20.00 Wita. Setelah itu, Pesut Etam akan menutup musim dengan menjamu Malut United di Stadion Segiri pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 17.00 Wita.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·