Bos KTM Niklas Ajo Sesali Kegagalan Pembalapnya di Moto3 Prancis 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Manajer tim Red Bull KTM Ajo, Niklas Ajo, memberikan pernyataan resmi terkait kegagalan dua pembalapnya dalam mengimbangi performa Veda Ega Pratama pada balapan Moto3 Prancis di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu (10/5/2026). Kondisi lintasan yang basah akibat hujan menyebabkan tim asal Austria tersebut kehilangan poin signifikan.

Dua pembalap andalan KTM, Alvaro Carpe dan Brian Uriarte, mengalami kesulitan besar sejak awal perlombaan. Carpe terpaksa mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh pada putaran kesembilan, sementara Uriarte hanya mampu mengamankan satu poin dengan finis di posisi ke-15 setelah terlibat dua kali insiden kecelakaan.

Hasil buruk tersebut berbanding terbalik dengan pencapaian Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia yang mampu menjaga konsistensi di rombongan depan. Pembalap asal Gunungkidul tersebut mengakhiri balapan di posisi keempat, sekaligus memperkokoh posisinya di peringkat lima klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026.

Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh Niklas Ajo melihat hasil yang diraih timnya di Prancis. Dilansir dari laman resmi Red Bull KTM Ajo, sang manajer menekankan bahwa cuaca buruk menjadi faktor utama penghambat performa tim.

"Dengan cuaca yang seperti itu, ini menjadi hari Minggu kelabu bagi kami," beber Ajo, Manajer Red Bull KTM Ajo.

Ajo menilai karakteristik Sirkuit Le Mans berubah drastis dan menjadi sangat berbahaya bagi para pembalap ketika diguyur hujan. Hal ini terbukti dari banyaknya pembalap yang tumbang di lintasan basah tersebut.

"Kita semua tahu betapa sulit menaklukkan Le Mans di kondisi basah..." ujar Ajo.

Kekalahan ini memaksa tim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh guna menghadapi seri-seri berikutnya. Niklas Ajo menyayangkan hilangnya potensi poin meski tim menunjukkan kecepatan yang baik saat sesi latihan di lintasan kering.

"Sayang, pembalap kami menjadi korbannya," kata Ajo.

Meskipun hasilnya mengecewakan, manajer asal Finlandia tersebut tetap memberikan apresiasi pada progres teknis motor KTM sebelum hujan turun. Fokus tim kini sepenuhnya dialihkan untuk balapan seri selanjutnya di Spanyol.

"Secara keseluruhan, performa kami di trek kering sangat menjanjikan. Jadi, kami akan langsung mengalihkan fokus ke seri Barcelona, pekan depan," sambung Ajo.

Di sisi lain, Brian Uriarte yang merupakan juara Red Bull Rookies Cup 2025 memberikan kesaksian mengenai teknis balapan yang kacau. Ia mengakui bahwa kondisi motornya mengalami kerusakan pada bagian kemudi akibat insiden di lintasan.

"Balapan kali ini sangat sulit untuk dijinakkan," ujar Uriarte, Pembalap Red Bull KTM Ajo.

Uriarte mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasakan firasat buruk sejak putaran pemanasan. Meski demikian, keinginan kuat untuk meraih hasil maksimal membuatnya tetap memaksakan diri di tengah risiko yang tinggi.

"Saat melakukan formation lap, saya mengalami beberapa momen menegangkan... Kendati demikian, antusiasme saya di awal mengalahkan akal sehat saya," kata Uriarte.

Kegigihan Uriarte terlihat saat dirinya terus bangkit setiap kali terjatuh demi membawa pulang poin untuk tim. Ia menganggap pengalaman pahit di Le Mans ini sebagai pelajaran berharga untuk perkembangan karier balapnya di masa depan.

"Saya akan membawa pengalaman berharga ini ke kesempatan-kesempatan berikutnya," tutur Uriarte.

Pembalap muda tersebut juga menjelaskan kondisi fisik sepeda motornya yang tidak lagi prima setelah kecelakaan pertama dan kedua. Meskipun setang motornya rusak, Uriarte tetap mampu mencatatkan waktu yang kompetitif di sisa balapan.

"Saya bisa mengangkat sepeda motor saya dan melanjutkan balapan, hal itu terjadi bukan hanya pada insiden pertama tetapi juga yang kedua. Rasanya cukup disayangkan karena saya melaju sangat cepat tetapi dengan setang yang sedikit rusak," papar Uriarte.

Uriarte menutup pernyataannya dengan rasa bangga karena tidak menyerah hingga garis finis. Tambahan satu poin yang ia dapatkan di Moto3 Prancis dinilai tetap memiliki arti penting bagi persaingan klasemen tim ke depannya.

"Saya bangga karena saya sudah bisa berjuang dengan sangat keras. Saya bangga bisa kembali melanjutkan balapan setelah dua insiden tersebut. Di samping itu, saya juga merasa cukup nyaman di atas sepeda motor meski dalam kondisi trek basah. Kami mendapatkan poin yang berguna untuk masa depan," sambung Uriarte.