Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menetapkan status Siaga 3 pada Rabu (15/4/2026) setelah sejumlah sungai di wilayah tersebut mengalami kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) yang signifikan akibat hujan intensitas tinggi sejak Selasa sore.
Peningkatan debit air ini memicu aktivasi alarm peringatan dini di beberapa titik bantaran sungai untuk memperingatkan warga akan potensi luapan air. Kenaikan volume air terpantau paling tinggi di titik Pertemuan Cileungsi-Cikeas (P2C) dan aliran Sungai Cikeas hulu.
Dilansir dari Detikcom, data terbaru dari BPBD Kota Bekasi menunjukkan bahwa tinggi muka air di titik P2C telah menyentuh angka 525 cm. Sementara itu, ketinggian air di wilayah hulu Sungai Cikeas tercatat berada pada level 130 cm.
"Status Cileungi Hulu dan P2C: Siaga 3," tulis keterangan resmi BPBD Kota Bekasi melalui unggahan di media sosial mereka pada Rabu pagi.
Melalui rekaman video yang dibagikan otoritas terkait, suara sirine peringatan evakuasi terdengar jelas di pemukiman warga yang berbatasan langsung dengan sungai. Langkah ini diambil sebagai protokol keselamatan standar guna meminimalisir risiko bagi penduduk di zona rawan.
"Peringatan, terjadi kenaikan tinggi muka air. Warga diharapkan bersiap untuk evakuasi," ujar bunyi instruksi dari alarm peringatan tersebut yang ditujukan kepada masyarakat di sekitar bantaran sungai.
Kondisi ini merupakan dampak langsung dari hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Jabodetabek pada Selasa (14/4) kemarin sore. Beberapa titik di wilayah Kota Bekasi dilaporkan sempat tergenang air sesaat setelah hujan mengguyur dengan durasi yang cukup lama.
Hingga saat ini, petugas BPBD masih terus melakukan pemantauan ketat di pos-pos pengamatan aliran sungai guna mengantisipasi kiriman air dari wilayah hulu. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan jika intensitas hujan kembali meningkat.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·