Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan penyaluran BBM subsidi dari mulai terminal hingga SPBU agar semakin tepat sasaran.
"Pengawasan dilakukan mulai dari proses penyimpanan dan distribusi di integrated terminal (IT) hingga penyalurannya di SPBU," kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Wahyudi mengatakan tingginya mobilitas masyarakat turut mendorong peningkatan kebutuhan BBM subsidi.
Karena itu, penguatan sistem kontrol dan evaluasi menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas penyaluran.
"Kita bersama-sama ingin meningkatkan kewaspadaan dalam penyaluran BBM subsidi, dimulai dari sistem ruang kontrol IT untuk memantau delivery order (DO) pengiriman BBM subsidi dan nonsubsidi yang dilaksanakan mekanisme kerja sama dengan mitra melalui Patra Logistik dan Elnusa Petrofin," ujarnya saat meninjau IT Panjang, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Kamis (11/6/2026).
Menurut Wahyudi, penguatan regulasi dan pengembangan sistem digitalisasi terus dilakukan untuk mengakomodasi pelaksanaan QR code pembelian BBM subsidi sesuai ketentuan pemerintah.
Pengawasan yang lebih terukur diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran.
"Ini menjadi perhatian kita bersama, semoga kolaborasi ini dapat kita teruskan secara intens, dan kontrol di SPBU dijalankan dengan baik. Sehingga, dalam penyaluran BBM subsidi ini kita upayakan untuk lebih terukur, tepat untuk masyarakat, untuk ekonomi masyarakat dan menunjang mata pencaharian masyarakat," imbuhnya.
Baca juga: BPH Migas temukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di Jepara
Baca juga: BPH Migas perketat pengawasan BBM subsidi agar tepat sasaran
Selain memantau sistem digitalisasi, BPH Migas juga memastikan kondisi stok BBM di IT Panjang.
Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan seluruh jenis BBM dan distribusinya ke seluruh lembaga penyalur di Provinsi Lampung berjalan lancar.
"Stok semua jenis BBM di IT Panjang dalam kondisi aman dan semua distribusi terpenuhi kepada seluruh SPBU di wilayah Lampung. Kaitannya pengiriman, suplai dari penyediaan hingga distribusi kepada SPBU, tidak ada kendala," terangnya.
Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menilai pengawasan BBM subsidi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Sejumlah faktor eksternal, seperti kenaikan kurs dolar AS terhadap rupiah hingga kondisi geopolitik global, dapat mempengaruhi pola konsumsi energi masyarakat.
"Selama ini, kolaborasi BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga sudah berjalan dengan baik, ini perlu kita jaga dan kita tingkatkan. Agar apa yang diamanatkan pemerintah dalam mengawal BBM subsidi, bisa diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak dan tepat sasaran," sebutnya.
Senada, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso mengatakan pihaknya terus memperkuat pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung akurasi penyaluran BBM subsidi sekaligus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah dalam pengawasan distribusi energi.
"Karena itu, peran BPH Migas dalam pengawasan untuk BBM subsidi sangat kami harapkan. Di internal, kami memastikan bahwa akurasi (penyaluran BBM subsidi tepat sasaran) bisa didukung menggunakan sistem teknologi informasi," terangnya.
Baca juga: Harga BBM nonsubsidi naik, Celios ingatkan pengawasan BBM subsidi
Baca juga: BPH Migas dorong SPBU perketat pengawasan penyaluran BBM Subsidi
Pada hari yang sama, BPH Migas juga melakukan pemantauan di salah satu SPBU di Lampung Selatan sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat.
Evaluasi dilakukan melalui penarikan data penjualan dan rekaman CCTV untuk memastikan kepatuhan terhadap tata kelola penyaluran BBM subsidi.
Wahyudi mengimbau masyarakat senantiasa menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan turut mengawasi penyalurannya.
"BPH Migas memiliki helpdesk untuk aduan masyarakat, di nomor 08123000136. Silakan, bisa WhatsApp 24 jam dan BPH Migas pasti menindaklanjuti apabila memang ada aduan masyarakat," tegasnya.
BPH Migas memastikan stok BBM di SPBU yang dipantau dalam kondisi aman.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap bijak dalam menggunakan BBM.
Hadir dalam pemantauan tersebut antara lain Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Pertamina Patra Niaga (PPN) Alexander Susilo, Manager Region Retail Sales Sumbagsel PPN Ayub Ritto, dan IT Panjang Manager PPN Titon Srihardian.
Baca juga: BPH Migas terus tingkatkan keandalan sistem pengawasan BBM subsidi
Baca juga: BPH Migas-Pertamina perkuat pengawasan BBM subsidi lewat akses CCTV
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·