BPJS: Kampus kunci keberhasilan JKN di KTI

Sedang Trending 11 jam yang lalu
...Akademisi berperan vital dalam pelayanan kesehatan berbasis value untuk mendukung quality and cost control

Makassar (ANTARA) - Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito, mengatakan perguruan tinggi termasuk Universitas Hasanuddin berperan sebagai kunci keberhasilan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Prihati di Makassar, Jumat, mengatakan sistem jaminan sosial kesehatan yang berhasil di berbagai negara selalu bertumpu pada dukungan institusi pendidikan tinggi.

Kampus, menurutnya, tidak hanya menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan, tetapi juga ruang lahirnya inovasi kebijakan berbasis bukti ilmiah.

“Akademisi berperan vital dalam pelayanan kesehatan berbasis value untuk mendukung quality and cost control," ujarnya dalam kuliah umum bertema “Sinergi BPJS Kesehatan dan Perguruan Tinggi dalam Membangun Ekosistem Kesehatan yang Berkeadilan di KTI" di Unhas Makassar.

"Universitas menjadi jembatan antara riset klinis dan kebijakan strategis dalam optimalisasi Program JKN,” lanjutnya di hadapan mahasiswa.

Baca juga: BPJS Kesehatan ingatkan jamaah calon haji pastikan JKN aktif

Ia menjelaskan, sinergi BPJS Kesehatan dan perguruan tinggi mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan kajian dan riset terkait efektivitas layanan JKN, pengembangan Health Technology Assessment (HTA), hingga penyusunan rekomendasi kebijakan kendali mutu dan kendali biaya layanan kesehatan.

Dalam skema tersebut, akademisi diposisikan sebagai mitra strategis yang mampu menghadirkan analisis saintifik untuk menjawab tantangan layanan kesehatan, khususnya di Kawasan Timur Indonesia yang memiliki karakteristik geografis dan akses layanan yang berbeda dibanding wilayah lain.

Prihati juga menyampaikan kesiapan BPJS Kesehatan untuk memperluas kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin, termasuk dalam pengembangan penelitian berbasis data kesehatan serta pembahasan isu-isu strategis terkait sistem jaminan kesehatan nasional.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam memperkuat kebijakan publik melalui pendekatan ilmiah yang lebih terukur.

Baca juga: Wamenkes: Keselamatan pasien fondasi utama perluasan layanan JKN

Menurutnya, pengembangan riset kesehatan di lingkungan kampus perlu diarahkan tidak hanya pada aspek klinis, tetapi juga pada analisis perilaku dan kualitas hidup masyarakat kampus.

“Kita perlu membangun analisis kesehatan yang lebih saintifik, termasuk melihat tingkat kesehatan mahasiswa dan lingkungan kampus secara menyeluruh. Peran akademisi dan tenaga kesehatan sangat penting untuk menjadi contoh hidup sehat di masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Kepesertaan JKN diusulkan jadi syarat daftar mahasiswa baru

Baca juga: BPJS Kesehatan perkuat layanan cathlab guna mudahkan peserta berobat

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.