BPJS Kesehatan meluncurkan program 'BPJS Menyapa' di SMAN 8 Jakarta pada Selasa (21/4/2026) sebagai upaya memperkuat kualitas layanan dan menyerap aspirasi peserta JKN secara langsung. Inisiatif ini merupakan bagian dari Quick Wins 100 hari Direksi BPJS Kesehatan Tahun 2026 melalui skema Respons Cepat Solutif, dilansir dari Detikcom.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kehadiran instansi di tengah masyarakat. Melalui interaksi di lapangan, pihak BPJS berkomitmen memberikan solusi segera terhadap setiap kendala yang dihadapi peserta.
"Melalui 'BPJS Menyapa', kami ingin memastikan setiap masukan dan pengaduan peserta tidak berhenti di pencatatan, tetapi langsung ditindaklanjuti secara cepat dan solutif. Kami hadir untuk mendengar sekaligus menyelesaikan," ujar Abdi Kurniawan Purba, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan.
Kegiatan ini mencakup kunjungan langsung kepada pemangku kepentingan guna memperoleh umpan balik yang terstruktur. Selain itu, BPJS Kesehatan memberikan edukasi intensif mengenai program jaminan kesehatan nasional agar literasi masyarakat semakin meningkat.
"Pendekatan ini memungkinkan kami menangkap kondisi riil di lapangan, sehingga setiap respons yang diberikan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi peserta," kata Abdi Kurniawan Purba, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan.
Pihak BPJS secara khusus memilih lingkungan sekolah untuk menjangkau pelajar yang dianggap sebagai agen perubahan. Strategi ini melibatkan Duta Muda BPJS Kesehatan untuk membantu para siswa memahami sistem JKN dengan gaya komunikasi yang lebih akrab dan sederhana.
"Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa Program JKN adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki peran penting untuk ikut menjaga keberlangsungan program ini, dimulai dari lingkungan terdekat mereka," kata Abdi Kurniawan Purba, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan.
Wakil Kepala SMA Negeri 8 Jakarta Bidang Sarana dan Prasarana Gatot Handoko memberikan apresiasi terhadap langkah edukasi tersebut. Ia memandang kegiatan ini bermanfaat untuk membentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab siswa di luar kurikulum sekolah formal.
"Kami memiliki sebutan kepada para murid sebagai generasi emas. Harapannya dengan adanya sebutan ini bisa menjadi doa para siswa kami menjadi generasi emas sehingga bisa membantu mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045," pungkas Gatot Handoko, Wakil Kepala SMA Negeri 8 Jakarta Bidang Sarana dan Prasarana.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·