Brest Jamu Strasbourg di Stade Francis&Le Ble Guna Akhiri Tren Buruk

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Brest dijadwalkan menjamu Strasbourg dalam laga tunda pekan ke-29 Ligue 1 musim 2025-2026 di Stade Francis-Le Ble pada Kamis, 14 Mei 2026 pukul 00.00 WIB. Pertandingan ini menjadi misi kebangkitan bagi kedua tim yang sedang mengalami inkonsistensi performa di liga domestik.

Klub tuan rumah berjuluk Les Pirates saat ini tertahan di peringkat ke-12 klasemen dengan raihan 38 poin dari 32 pertandingan menurut laporan Media Indonesia. Skuad asuhan Eric Roy tersebut sedang dibayangi tren buruk setelah gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan liga terakhirnya.

Masalah ketajaman lini depan menjadi kendala utama Brest karena mereka gagal mencetak gol dalam dua laga beruntun, termasuk saat kalah tipis 1-0 dari pemuncak klasemen PSG. Meski begitu, Brest memiliki catatan kandang yang cukup solid dengan hanya menelan satu kekalahan di Stade Francis-Le Ble sejak Februari lalu.

Kondisi tim tamu juga tidak jauh berbeda setelah Strasbourg baru saja tersingkir dari semifinal Liga Konferensi akibat kekalahan agregat 2-0 dari Rayo Vallecano. Tim asuhan Gary O'Neil yang kini berada di posisi kedelapan klasemen dengan 47 poin juga tercatat tanpa kemenangan dalam dua laga terakhir di liga lokal.

Badai cedera menghantui kedua kubu menjelang pertandingan krusial ini. Brest dipastikan kehilangan tiga bek andalan yakni Bradley Locko, Brendan Chardonnet, dan Soumaila Coulibaly, sementara Strasbourg tidak diperkuat Aaron Anselmino, Emanuel Emegha, Joaquin Panichelli, dan Sebastian Nanasi karena masalah medis.

Statistik dan Kondisi TimKategoriBrestStrasbourg
Posisi Klasemen128
Poin3847
Tren 5 Laga TerakhirKalah, Kalah, Seri, Seri, KalahSeri, Kalah, Kalah, Menang, Seri
StadionStade Francis-Le BleStade Francis-Le Ble

Secara taktis, Eric Roy diprediksi akan memperkuat pertahanan Brest menyusul absennya Chardonnet dan mengandalkan Ludovic Ajorque sebagai ujung tombak serangan. Di sisi lain, Strasbourg diperkirakan bakal mendominasi penguasaan bola melalui kreativitas Valentin Barco dan kecepatan Julio Enciso meskipun terkendala kelelahan fisik usai kompetisi Eropa.