BRI Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha Jelang Hari Raya Waisak

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan bantuan berupa 1.000 paket sembako kepada umat Buddha menjelang perayaan Hari Raya Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026. Aksi sosial ini menjadi bagian dari program "Berbagi Bahagia Bersama BRI" melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan BRI Peduli.

Penyaluran bantuan logistik tersebut menyasar umat Buddha yang merayakan hari besar keagamaan di beberapa rumah ibadah di wilayah Jakarta, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata kepedulian sosial sekaligus untuk mempererat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Secara simbolis, paket pangan tersebut diserahkan kepada perwakilan umat di Wihara Satrya Dharma yang berlokasi di kawasan Teluk Gong Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. Selain itu, distribusi bantuan juga menyasar umat di Wihara Dharma Bhakti di Komplek Taman Duta Mas, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa penyaluran paket kebutuhan pokok ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan secara konsisten. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Menurut Dhanny, eksistensi perusahaan di tengah publik tidak sekadar diwujudkan lewat penyediaan layanan perbankan. Kontribusi nyata juga dilakukan melalui beragam aktivitas sosial yang memberikan kegunaan langsung bagi masyarakat luas.

"Dalam momentum Hari Raya Waisak ini, kami ingin mewujudkan kepedulian bagi masyarakat yang menjalankan Hari Raya Waisak di Wihara Satrya Dharma dan Wihara Dharma Bhakti. Kami berharap bantuan yang disalurkan ini dapat memberikan manfaat, membantu meringankan kebutuhan masyarakat, serta dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima," ujar Dhanny.

Dhanny menambahkan bahwa program ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dari pihak perbankan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi berbagai kelompok masyarakat tanpa memandang latar belakang. Program kemasyarakatan yang dijalankan mencakup sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, bantuan sosial, hingga penguatan ekonomi.

"BRI akan terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berorientasi pada pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap dapat terus hadir sebagai mitra yang tidak hanya memberikan layanan perbankan, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh Indonesia," kata Dhanny.

Apresiasi dari Pengurus Wihara

Penyaluran bantuan kemanusiaan ini mendapatkan sambutan positif serta apresiasi dari para pengurus rumah ibadah yang menjadi titik lokasi pendistribusian. Ketua Pembina Wihara Satrya Dharma, Tang Li Fen, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para umat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima. Kami juga berharap BRI senantiasa semakin maju, terus berkembang, serta dapat terus menebarkan keberkahan, manfaat, dan kebaikan bagi masyarakat luas," tutur Tang Li Fen.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pembina Wihara Dharma Bhakti, Ekawati Tantawi, turut mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh lembaga keuangan milik negara tersebut. Momen perayaan keagamaan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas antarsesama.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima. Kami juga berharap BRI senantiasa semakin maju, terus berkembang, serta dapat terus menebarkan keberkahan, manfaat, dan kebaikan bagi masyarakat luas," kata Ekawati Tantawi.

Nilai Sejarah Rumah Ibadah Penerima Bantuan

Dua tempat ibadah yang menerima bantuan ini memiliki rekam jejak sejarah yang panjang di Jakarta. Wihara Satrya Dharma merupakan salah satu wihara terbesar di ibu kota dan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi umat Buddha sekitar.

Kompleks tempat ibadah ini juga menaungi Kelenteng Kwee Goan Say yang didirikan sejak era 1960-an. Bangunan tua tersebut menjadi bagian bernilai historis tinggi bagi komunitas lokal.

Sementara itu, Wihara Dharma Bhakti memegang peranan penting dalam kronik perkembangan komunitas Tionghoa dan umat Buddha di Jakarta. Tempat ini tercatat sebagai klenteng tertua di ibu kota yang masih aktif beroperasi sampai sekarang.

Selain difungsikan sebagai ruang ibadah, tempat ini juga bertindak sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan Dhamma, kegiatan sosial, hingga pengembangan generasi muda.