BRI Super League: Persebaya Kehilangan Momentum di Manahan, Bernardo Tavares Soroti Strategi Persis

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Bola.com, Solo - Persebaya memang gagal memperpanjang rentetan kemenangan di BRI Super League 2025/2026. Mereka dipaksa bermain imbang 0-0 di markas Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (9/5/2026) malam.

Hasil tersebut sekaligus menghentikan laju tiga kemenangan beruntun Bajol Ijo dalam beberapa pertandingan terakhir. Meski demikian, performa tim tetap mendapat apresiasi dari sang pelatih, Bernardo Tavares.

Di balik hasil imbang tanpa gol itu, Bernardo Tavares justru melihat satu hal penting yang patut diapresiasi dari perjuangan timnya. Tambahan satu poin di Stadion Manahan dinilai bukan hasil buruk, terutama setelah laga berjalan ketat dan penuh tekanan sejak menit awal.

“Menurut saya pertandingan berjalan sangat intens. Pada babak pertama, kami sebenarnya memiliki lebih banyak peluang dibanding lawan. Hingga sekitar 15 menit pertama kami mampu mengontrol permainan dengan cukup baik,” ujar Tavares.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Strategi Persis Berhasil

Sepanjang pertandingan, Persebaya sebenarnya mampu tampil cukup agresif, khususnya pada babak pertama. Bruno Moreira dan kawan-kawan beberapa kali sukses menekan pertahanan Persis lewat skema serangan cepat dan permainan kombinasi di area depan.

Statistik menunjukkan Persebaya mencatat lima tembakan tepat sasaran. Tekanan yang diberikan membuat lini belakang Persis harus bekerja keras untuk mengamankan area pertahanan mereka.

Usai pertandingan, Bernardo Tavares menilai laga berlangsung dengan tempo tinggi dan intensitas yang cukup berat bagi kedua tim. Ia juga menyebut Persebaya sempat menguasai jalannya permainan di fase awal pertandingan.

Pelatih asal Portugal tersebut melihat Persis memilih pendekatan berbeda dengan bermain lebih menunggu sambil mengandalkan kecepatan serangan balik.

Strategi itu, menurut Tavares, membuat pertandingan berjalan alot karena ruang gerak para pemain Persebaya menjadi lebih terbatas.

“Persis lebih banyak menunggu dan mencoba memanfaatkan situasi transisi. Mereka juga berusaha menutup ruang agar kami sulit mengembangkan permainan,” imbuhnya.

Selain itu, Tavares juga menyayangkan sejumlah peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol. Ia menilai efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

“Jika kami bisa memaksimalkan peluang-peluang di babak pertama maupun kedua, mungkin hasilnya akan berbeda dan kami punya peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan,” ucapnya.

Walau gagal mempertahankan tren kemenangan sempurna, pelatih berusia 45 tahun itu tetap menganggap hasil imbang di kandang Persis sebagai poin penting dalam perjalanan tim musim ini.

“Tentu kami ingin menang, tetapi satu poin di stadion yang sulit seperti ini tetap harus disyukuri. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang sudah berjuang keras,” pungkasnya.

Tersisa 2 Laga

Persebaya kini menyisakan 2 laga musim ini. Terdekat, mereka akan melawat ke markas Semen Padang (15/5/2026), sebelum menjamu Persik Kediri dalam pekan terakhir pada 23 Mei 2026.

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Aditya Wany
  • Wiwig Prayugi