BRICS Bahas Perang Iran-Krisis Energi dalam KTT di India

Sedang Trending 54 menit yang lalu

PERTEMUAN menteri luar negeri negara-negara BRICS di New Delhi, India, pada Kamis, 14 Mei 2026, dibayangi perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel yang terus memanas. Konflik di Timur Tengah itu diperkirakan menjadi isu utama dalam forum dua hari kelompok negara berkembang tersebut.

Menurut laporan Dawn, perang Iran berpotensi mempersulit upaya BRICS mencapai kesepakatan bersama karena adanya perbedaan sikap di antara negara anggota.

Iran sebelumnya mendesak India selaku ketua BRICS tahun ini untuk menggunakan forum tersebut untuk membangun konsensus yang mengecam tindakan Amerika Serikat-Israel di Timur Tengah.

Namun situasi menjadi rumit karena Iran dan Uni Emirat Arab berada di kubu berseberangan dalam konflik tersebut. Ketegangan meningkat setelah muncul laporan bahwa Uni Emirat Arab dan Arab Saudi melakukan serangan militer terhadap Iran sebagai balasan atas serangan Teheran.

India Berharap Ada Pernyataan Bersama

Dilansir dari Free Malaysia Today, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di New Delhi pada Rabu malam, 13 Mei 2026, untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan agenda pembahasan BRICS akan berfokus pada isu global dan regional yang menjadi kepentingan bersama.

Pada Maret lalu, Jaiswal mengakui sulit membangun konsensus di antara anggota BRICS karena beberapa negara terlibat langsung dalam konflik tersebut. “Sulit bagi kami untuk membangun konsensus,” kata dia saat itu.

Meski begitu, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri India mengatakan pemerintah India tetap berharap pertemuan kali ini dapat menghasilkan pernyataan bersama. Mantan diplomat India Manjeev Singh Puri menilai kehadiran hampir seluruh menteri luar negeri anggota BRICS menjadi sinyal positif bagi soliditas kelompok tersebut.

“Saya senang para menteri luar negeri dari seluruh negara BRICS, kecuali Cina yang sedang memiliki agenda lain, hadir dalam pertemuan ini. Ini menjadi pertanda baik bagi upaya membangun koalisi BRICS terkait kepentingan negara berkembang dan negara-negara Global South,” kata Puri.

“Memang solusi politik tidak mudah dicapai, tetapi fakta bahwa mereka tetap bertemu adalah hal positif dan mudah-mudahan dapat membuka jalan ke depan,” ujar dia.

Harga Energi dan Selat Hormuz Jadi Sorotan

Selain isu politik, perang Iran juga memicu kekhawatiran ekonomi di antara negara anggota BRICS. Gangguan jalur pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz terus mendorong volatilitas harga minyak dan gas dunia.

Kondisi itu memberi tekanan tambahan terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk India yang sangat bergantung pada pasokan minyak dan impor pupuk dari Timur Tengah. Lonjakan harga energi bahkan disebut telah memaksa sejumlah negara BRICS menerapkan langkah darurat untuk melindungi ekonomi domestik dan konsumennya.

Pertemuan menteri luar negeri BRICS akan berlangsung hingga 15 Mei 2026. Para peserta dijadwalkan bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi menjelang konferensi tingkat tinggi BRICS yang akan digelar akhir tahun ini.