New Delhi (ANTARA) - Menteri luar negeri negara-negara BRICS menyerukan peningkatan peran perempuan di organisasi internasional dan menyoroti belum pernah adanya perempuan yang menjabat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, demikian isi pernyataan yang dirilis Jumat usai KTT di New Delhi.
“Dalam proses pemilihan Sekjen PBB berikutnya, para menteri mencatat hanya satu warga Amerika Latin dan Karibia yang pernah menduduki posisi itu, serta belum pernah ada perempuan terpilih,” bunyi pernyataan itu.
Para diplomat utama BRICS juga menyerukan representasi geografis yang adil di Sekretariat PBB dan organisasi internasional lain, serta peningkatan peran perempuan, terutama dari negara berkembang, pada seluruh tingkat kepemimpinan.
BRICS merupakan kelompok antarpemerintah yang dibentuk pada 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2011.
Lima negara tambahan bergabung dengan BRICS pada awal tahun 2024, yaitu Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi.
Lalu, Indonesia menjadi anggota ke-11 yang bergabung ke BRICS pada tahun 2025. Tahun ini, India memegang keketuaan BRICS.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Menteri PPPA hadiri Sidang Komite Status Perempuan PBB di New York
Baca juga: PBB: butuh 360 miliar dolar AS/tahun untuk kesetaraan gender pada 2030
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
24 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·