Brighton & Hove Albion akan menjamu tim yang sudah dipastikan terdegradasi, Wolverhampton Wanderers, di Stadion Amex pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 15.00 waktu setempat. Pertandingan pekan ke-36 Liga Inggris ini menjadi krusial bagi The Seagulls untuk memperkuat posisi mereka dalam persaingan memperebutkan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Dilansir dari Sportsmole, Brighton saat ini berada di peringkat kedelapan klasemen dengan koleksi 51 poin, hanya terpaut dua angka dari Bournemouth di posisi keenam. Kemenangan menjadi harga mati bagi skuat asuhan Fabian Hurzeler setelah mereka menelan kekalahan 1-3 dari Newcastle United pada laga sebelumnya.
Peluang Brighton untuk menembus kompetisi Eropa masih terbuka lebar, bahkan hingga Liga Champions, tergantung pada hasil akhir tim lain dan performa Aston Villa di Liga Europa. Sementara itu, Wolves datang sebagai tim juru kunci yang berupaya menghindari posisi terakhir serta mengakhiri tren negatif 19 laga tandang tanpa kemenangan.
Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, baru saja menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang setelah berhasil membawa tim bangkit dari periode sulit di awal tahun. Dalam konferensi pers yang dilaporkan AOL, Hurzeler memberikan pembaruan mengenai kondisi pemainnya, termasuk keraguan atas kebugaran Mats Wieffer dan Diego Gomez.
"I'm hoping, but it's important we understand we can't risk his health and we have a responsibility for the players." kata Fabian Hurzeler, Manajer Brighton & Hove Albion.
Pelatih berusia 33 tahun tersebut juga mengonfirmasi kembalinya pemain veteran James Milner dan Solly March ke dalam skuat pilihan. Hurzeler memberikan pandangannya terkait kekuatan Wolves yang dinilai tetap berbahaya meski sudah terdegradasi.
"When you only look at the results it's one perspective, but they have a really good coach, structure and plan. We expect a team that's very disciplined and defend in a low block. They can still sting you." jelas Fabian Hurzeler, Manajer Brighton & Hove Albion.
Mengenai kekalahan dari Newcastle pekan lalu, Hurzeler menekankan pentingnya memperbaiki detail-detail kecil dalam permainan timnya. Ia menargetkan budaya performa tinggi untuk membawa klub meraih kesuksesan jangka panjang.
"He said their "biggest challenge is to bounce back" from the Newcastle defeat by overcoming "small margins" and eradicating "small easy mistakes" they made." tulis laporan AOL mengutip pernyataan Fabian Hurzeler, Manajer Brighton & Hove Albion.
Hurzeler juga mengungkapkan kegembiraannya menetap lebih lama di klub setelah mencapai kesepakatan kontrak baru. Ia merasa ada koneksi yang kuat antara dirinya dengan para staf dan pemain di Amex Stadium.
"I feel the trust. I feel the connection. I'm here to achieve something together with the players and staff. I always felt we were building something. I am really excited at what's ahead of us because I see a bright future for the club. I'm looking forward to being part of it." tegas Fabian Hurzeler, Manajer Brighton & Hove Albion.
Ambisi Hurzeler tidak berhenti pada kualifikasi Eropa semata, melainkan juga membangun fondasi klub yang lebih kompetitif. Ia ingin Brighton terus berkembang hingga mampu bersaing meraih trofi di masa depan.
"He said one of his aims is "to build a high-performance culture" because that long-term puts them in a better position to win silverware." pungkas laporan AOL merujuk penegasan Fabian Hurzeler, Manajer Brighton & Hove Albion.
Di sisi lain, manajer Wolves, Rob Edwards, diprediksi akan melakukan rotasi pemain dengan menurunkan Daniel Bentley di bawah mistar gawang karena cedera Jose Sa. Meskipun sudah tidak memiliki kepentingan di papan klasemen, Wolves berambisi memberikan perlawanan agar tidak menjadi tim kedua dalam sejarah Premier League yang kalah dari 19 tim lawan lainnya dalam satu musim.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·