Seorang anggota kepolisian, Bripda Chardes Jourdan Otniel Timate, Ba Polsek Aimas, diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026. Namanya diajukan oleh Dony Kaburuang, warga Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (11/3/2026) atas dedikasinya mengelola Panti Asuhan Sinar Kasih bersama istrinya.
Kepedulian Bripda Chardes terhadap anak-anak asli Papua di Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, mendapat pujian tinggi. Ia dinilai memiliki rasa tanggung jawab dan komitmen kuat dalam membimbing anak-anak yatim.
Dony Kaburuang, yang mengenal dekat Bripda Chardes, menceritakan aktivitas sehari-hari di panti asuhan tersebut. Panti asuhan terus beroperasi dengan kegiatan rutin, termasuk mengurus anak-anak dan menyiapkan makanan bagi mereka.
Selain itu, setiap hari Sabtu, Bripda Chardes dan istri kerap mengajak anak-anak panti ke pantai untuk hiburan. Dony mengaku kagum dengan kemampuan Bripda Chardes membagi waktu antara tugas sebagai polisi dan mengelola panti asuhan.
Dony menyatakan bahwa pengelolaan panti tidak pernah menimbulkan masalah, meskipun Bripda Chardes harus membagi fokusnya. Ia juga menggambarkan Bripda Chardes sebagai sosok yang periang dan tidak pernah mengeluh.
“Beliau yang saya kenal, orangnya baik sekali, orangnya tidak pernah saya seperti kalau kita berjanji sesuatu itu, dia pasti tepati begitu. Jadi orangnya makanya, saya bilang pendiriannya bagus. Saya tidak pernah dibuat kecewa atau bagaimana, pokoknya baiklah orang,” kata Dony, seperti dilansir dari Detikcom.
Panti Asuhan Sinar Kasih telah berdiri sejak tahun 1995 dan awalnya dikelola oleh nenek Bripda Chardes, kemudian dilanjutkan oleh ibunya. Setelah lulus dari Polri dan menikah pada 2022, Bripda Chardes dan istrinya mengambil alih pengelolaan panti.
Panti asuhan ini telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Dinas Sosial Kabupaten Sorong. Saat ini, terdapat 50 anak yang tinggal di panti asuhan, mencakup balita hingga mahasiswa tingkat kuliah.
Panti ini memiliki dua gedung; gedung pertama dibangun pada 2002, sementara gedung tiga lantai yang lebih baru selesai pada 2022. Pembangunan gedung baru tersebut didanai melalui dana hibah dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua senilai Rp 6 miliar.
Biaya operasional bulanan panti asuhan diperkirakan mencapai Rp 15-20 juta. Sumber dana berasal dari kontribusi pribadi Bripda Chardes dan istri, bantuan donatur, serta dukungan dari Dinas Sosial.
Anak-anak panti menempuh pendidikan di sekolah negeri terdekat, dengan beberapa di antaranya sedang menempuh studi di perguruan tinggi di Sorong. Selain pendidikan formal, mereka juga mengikuti program keagamaan untuk pengembangan pribadi.
Mayoritas anak-anak yang dibina di Panti Asuhan Sinar Kasih adalah anak asli Papua. Bripda Chardes termotivasi untuk memberikan pendidikan dan masa depan yang lebih baik bagi mereka, melanjutkan ajaran kepedulian dari neneknya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·