BTN Kucurkan Kredit Rp 1,5 Triliun Dukung Proyek Strategis Pindad

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Sektor industri pertahanan nasional mendapatkan sokongan dana segar bernilai fantastis guna memperkuat kedaulatan negara ditengah ketidakpastian geopolitik global. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi menyalurkan fasilitas pembiayaan senilai Rp 1,5 triliun kepada PT Pindad pada Minggu (31/5/2026), sebagaimana dilansir dari Money.

Kucuran dana dari perbankan pelat merah ini dialokasikan untuk membiayai kelancaran berbagai proyek strategis nasional yang digarap oleh Pindad. Langkah strategis ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan pertahanan sebagai prioritas melalui alokasi anggaran APBN 2026 yang menembus angka Rp 180 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa dukungan finansial tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam memperkokoh ketahanan domestik. Kerja sama ini sekaligus menandai perluasan bisnis bank yang selama ini identik dengan pembiayaan perumahan melalui strategi Beyond Mortgage.

"Kami berharap dengan dukungan BTN ini akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).

Fasilitas pembiayaan jumbo ini terbagi menjadi dua skema utama, yakni Cash Loan berupa Kredit Modal Kerja (KMK) Kontraktor senilai Rp 125 miliar. Sisanya berupa Non-Cash Loan senilai Rp 1,375 triliun yang mencakup Bank Garansi, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), serta Letter of Credit (LC) dengan sub-limit Trust Receipt.

Pendanaan pada fase awal difokuskan untuk membiayai pembuatan kendaraan operasional Maung MV3 yang sempat mencuri perhatian diaspora saat mendampingi kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina. Selain itu, modal kerja ini akan digunakan untuk memproduksi amunisi pertahanan dan kendaraan Water Canon bagi kebutuhan Polri.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang. Kami juga siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Nixon.

Direktur Utama Pindad Sigit Puji Santosa menyambut positif langkah sinergis ini demi mendongkrak kapasitas pabrikan dalam memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional. Pindad memegang peranan krusial sebagai produsen utama kendaraan taktis, senjata, serta amunisi untuk TNI dan Polri.

"Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara," ujar Sigit.

Kemitraan lintas sektor antara industri manufaktur pertahanan dan institusi keuangan dinilai menjadi stimulus penting dalam mendongkrak daya saing produk lokal di pasar internasional. Integrasi ini diharapkan dapat mempercepat kemandirian industri strategis dalam negeri.

"Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan industri pertahanan membutuhkan dukungan lintas sektor. Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan," tutur Sigit.