Bukan Cuma Lalapan, Ternyata Kemangi Bisa Jadi Skincare Anti Inflamasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Nilai pasar kosmetik di Indonesia diperkirakan mencapai USD 10 miliar pada 2026. Pertumbuhan signifikan pelaku usaha kosmetik juga terlihat jelas dari data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) yakni 1.684 industri kosmetik, dengan 85 persen di antaranya adalah industri cil dan menengah (IKM).

Sayangnya, bahan baku kosmetik di Indonesia mayoritas impor. Menurut Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) Sancoyo Antarikso, angkanya bahkan tercatat lebih dari 80 persen.

Padahal, ada sekitar 33 ribu tanaman aromatik dan kosmetik yang belum termanfaatkan, meski sudah terbukti jelas khasiatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum kita manfaatin, dimanfaatin oleh orang-orang luar negeri, diambil bahan baku mentahnya, diproses di luar negeri, balik lagi ke sini, dengan harga delapan kali lipat," sorot Dr Kilala Tilaar salah satu pelaku usaha industri kosmetik, dalam kesempatan yang sama, di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

"Nah ini yang mesti kita pikirkan," beber dia.

Ia mencontohkan salah satu khasiat tanaman di Indonesia yang selama ini hanya dikonsumsi sebagai pelengkap makanan, yakni kemangi. Padahal, manfaatnya bagi kulit tidak kalah dengan chamomile yang selama ini diimpor dari China, untuk sejumlah skincare dengan klaim melembapkan hingga mengatasi iritasi.

"Biasanya kita pake chamomile, ekstrak, chamomile itu kita impor dari China, kita bisa ganti berdasarkan penelitian, dengan kemangi ekstrak, kemangi bukan cuma buat lalapan, pecel lele doang, tapi juga punya fungsi membuat kulit menjadi tenang, anti inflamasi," terang Dr KIlala.

"Banyak, kalau kita bahan baku lokal kulit manggis, punya antioksidan super, di dalam semua formulasi ada anti irritant," pungkasnya.


(naf/naf)