Butet Kertaredjasa Ajak 20 Seniman Melukis di Ruang Tahanan Polres Bantul

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Budayawan Butet Kertaredjasa mengajak 20-an seniman di Jogja melukis di ruang tahanan Polres Bantul, Rabu (22/4). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Budayawan Butet Kertaredjasa mengajak sekitar 20 seniman di Jogja menggelar aksi melukis langsung (on the spot) di ruang tahanan Polres Bantul, Rabu (22/4) siang. Tak hanya itu, mereka juga memberikan makanan gratis kepada para warga binaan.

Butet yang memimpin rombongan menyampaikan, agenda tersebut bertujuan mengajak para seniman merasakan langsung kondisi masyarakat yang tengah kehilangan kebebasan. Menurutnya, interaksi ini menjadi bagian dari upaya mengasah sensitivitas kemanusiaan.

“Supaya kawan-kawan seniman ini bisa ngrasakne rasane liyan. Berada di situ pasti ada sentuhan kemanusiaan, karena melihat orang-orang yang sedang apes. Saya bawa makanan yang bergizi, bukan dari hasil colongan. Pasti membuat mereka senang bisa makan enak siang ini dan mengurangi beban stres,” ujar Butet di lokasi, Rabu (22/4).

Bambang Heras, salah satu seniman yang ikut melukis di ruang tahanan Polres Bantul. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Pelukis Bambang Heras, salah satu seniman yang mengikuti aksi tersebut, mengaku mendapatkan pengalaman emosional saat merekam suasana ruang tahanan ke atas kanvas. Meski durasi melukis terbatas sesuai prosedur kepolisian, ia menilai momen tersebut memberikan refleksi mendalam.

“Ini pengalaman pertama saya melihat seperti ini, kemudian harus mendokumentasikan dengan cepat. Tapi apa yang terjadi itu betul-betul membuat warning buat saya supaya terus berhati-hati dalam kondisi apa pun. Moga-moga ini semacam peringatan buat saya sendiri untuk terus menjadi baik,” ungkap Bambang.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kepolisian memfasilitasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan dampak positif bagi para tahanan. Kehadiran seniman diharapkan dapat memotivasi warga binaan untuk memperbaiki diri.

“Tujuannya untuk memberikan motivasi maupun nasihat-nasihat agar ke depan dapat memperbaiki diri masing-masing. Selama hal tersebut bermanfaat atau bernilai positif dan tidak mengganggu proses penegakan hukum, tentunya kami persilakan,” terang Iptu Rita.

Seluruh karya lukisan yang dihasilkan dalam aksi on the spot ini rencananya akan dikurasi dan dipamerkan di Galeri Legereja, Madukismo, guna menyebarkan pesan empati kemanusiaan kepada masyarakat luas.