Hal tersebut dikatakan Cak Imin setelah menyebut jumlah penduduk miskin ekstrem pada 2025 menyusut menjadi 2,2 juta orang, dari sebelumnya 3,56 juta orang.
Pemerintah, kata dia, saat ini masih memprioritaskan penyelesaian kemiskinan ekstrem. Sementara, kebijakan khusus untuk kelas menengah, menurutnya, akan dibahas tersendiri dan berada dalam koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Nanti bab lain ya, kelas menengah akan ada penanganan khusus terutama Kemenko Perekonomian. Tapi pada dasarnya kita sedang mengatasi dulu yang kemiskinan ekstrem dan miskin ini,” kata Cak Imin saat ditemui di Plaza Jamsostek, Jakarta pada Senin, 27 April 2026.
Menurut Cak Imin, pemerintah akan mulai menggarap kelompok rentan miskin setelah penanganan kemiskinan ekstrem dinilai tuntas.
“Sehingga kerjaan ini selesai, kita akan masuk pada menghadapi yang rentan miskin. Sabar, tentu pemerintah hari ini baru satu tahun setengah ya. Akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin ini,” jelasnya.
Ia kembali menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menuntaskan kemiskinan ekstrem, sembari memastikan upaya lanjutan tetap berjalan.
“Sabar, kita akan terus bekerja keras, tetapi yang paling pokok kita tuntaskan dulu yang miskin ekstrem,” pungkasnya. 
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·