Candaan Bom Rusia oleh Ronald Reagan Memicu Kemarahan Uni Soviet

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Candaan tidak sengaja yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-40, Ronald Reagan, mengenai rencana pengeboman Rusia memicu ketegangan diplomatik dengan Uni Soviet pada tahun 1984 di tengah situasi Perang Dingin, seperti dilansir dari Detikcom melalui laporan The Guardian.

Insiden tersebut bermula di Santa Barbara, California, sekitar pukul 09.06 pagi saat Ronald Reagan sedang bersiap menyampaikan pidato mengenai Undang-undang Akses Setara. Sebelum memulai pidato resmi, pemimpin negara AS tersebut memodifikasi naskahnya dan bersenda gurau dengan teknisi audio National Public Radio (NPR).

Rekaman suara yang tidak disiarkan secara langsung itu kemudian bocor ke masyarakat luas dan terus disebarluaskan oleh media-media di Amerika Serikat. Meskipun Ronald Reagan dikenal gemar menyelipkan humor dalam berbagai kesempatan, kali ini materi candaan yang dia sampaikan dinilai terlalu sensitif.

"Saudara-saudara sebangsa Amerika, saya senang memberi tahu Anda hari ini bahwa saya telah menandatangani undang-undang yang akan melarang Rusia selamanya. Kita akan mulai membom dalam lima menit," kata Ronald Reagan bercanda.

Pernyataan tersebut segera memicu reaksi keras dari pihak Kremlin yang meragukan komitmen perdamaian Amerika Serikat. Pemerintah Uni Soviet menunjukkan kemarahan atas tindakan tersebut dan mempertanyakan niat baik Washington dalam memperbaiki hubungan bilateral kedua negara superpower.

"Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan," ujar Valentin Kamenev, Wakil Menteri Luar Negeri Soviet saat itu.

Menanggapi situasi yang memanas, para pejabat pemerintahan Amerika Serikat segera melakukan langkah diplomasi dan negosiasi dengan pihak Uni Soviet. Perwakilan Washington meyakinkan Moskow bahwa pernyataan tersebut murni guruan dan tidak merepresentasikan arah kebijakan resmi dari Gedung Putih, serta menegaskan tidak ada rencana agresi militer.