Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam ciplukan di pot agar cepat berbuah kini semakin banyak dicari karena tanaman ini tidak hanya unik, tetapi juga memiliki nilai kesehatan dan ekonomi yang cukup tinggi. Buah ciplukan dikenal memiliki rasa manis sedikit asam dengan aroma khas yang menyegarkan.
Selain mudah dibudidayakan, tanaman ciplukan juga cocok ditanam di pekarangan rumah dengan media pot. Bahkan, tanaman ini tetap dapat tumbuh subur meski lahan terbatas asalkan kebutuhan cahaya, media tanam, dan nutrisi terpenuhi dengan baik.
Menariknya lagi, ciplukan termasuk tanaman yang relatif cepat berbuah apabila dirawat secara tepat. Dengan teknik budidaya yang benar, tanaman dapat mulai menghasilkan buah dalam beberapa bulan setelah tanam. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (21/5/2026).
1. Pilih Benih dari Buah yang Benar-Benar Matang
Langkah pertama dalam cara menanam ciplukan di pot agar cepat berbuah adalah memilih benih berkualitas. Gunakan buah ciplukan yang sudah tua dan matang sempurna agar tingkat perkecambahannya tinggi.
Biji diambil dari buah yang lunak dan berwarna matang. Setelah dipisahkan dari daging buah, biji dapat dicuci lalu dikeringkan sebentar sebelum disemai.
Menurut sumber dari Pemerintah Kabupaten Badung, benih terbaik berasal dari tanaman yang sudah berumur lebih dari 2,5 bulan karena kualitas bijinya lebih baik untuk dibudidayakan.
Biji ciplukan memiliki kulit yang cukup keras sehingga proses perkecambahannya cenderung lambat. Oleh sebab itu, penyemaian perlu dilakukan dengan media yang halus dan gembur.
Campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dapat digunakan sebagai media semai. Letakkan benih secara merata lalu tutup tipis menggunakan tanah.
Laman GrowVeg menyarankan suhu hangat di atas 21 derajat Celsius agar biji cepat berkecambah. Di daerah tropis seperti Indonesia, benih bisa diletakkan di area terang tetapi tidak terkena matahari langsung.
Penyiraman dilakukan secukupnya agar media tetap lembap namun tidak terlalu basah.
3. Gunakan Pot yang Memiliki Drainase Baik
Pemilihan pot menjadi faktor penting dalam cara menanam ciplukan di pot agar cepat berbuah. Pot yang ideal adalah pot porous atau memiliki sirkulasi udara dan drainase yang baik.
Sebelum media dimasukkan, bagian dasar pot sebaiknya diberi pecahan genteng, batu kecil, atau sabut kelapa agar air tidak menggenang.
Ukuran pot juga perlu diperhatikan. Berdasarkan referensi GrowVeg, satu tanaman ciplukan idealnya menggunakan wadah sekitar 40 liter atau pot besar agar akar dapat berkembang optimal.
Semakin baik perkembangan akar, semakin cepat pula tanaman memasuki fase berbunga dan berbuah.
4. Siapkan Media Tanam Kaya Nutrisi
Media tanam yang subur sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Campurkan tanah gembur dengan pupuk kandang matang dan sedikit pupuk NPK.
Komposisi yang umum digunakan adalah:
- 2 bagian tanah gembur
- 1 bagian kompos atau pupuk kandang
- 1 bagian sekam bakar atau cocopeat
Media seperti ini mampu menjaga kelembapan sekaligus menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Menurut sumber Pemerintah Kabupaten Badung, ciplukan membutuhkan unsur hara cukup banyak terutama jika ditanam di pot karena ruang tumbuh akar lebih terbatas dibanding lahan terbuka.
5. Pindahkan Bibit dengan Hati-Hati
Bibit hasil semai biasanya siap dipindahkan saat berumur sekitar 1–1,5 bulan atau telah memiliki sekitar 6–8 helai daun.
Proses pemindahan harus dilakukan hati-hati karena batang dan akar ciplukan masih lunak serta mudah rusak.
Tanam bibit hingga sebagian batang tertutup tanah agar tanaman lebih kokoh. Setelah itu, letakkan pot di tempat teduh selama beberapa hari sebelum dipindah ke area yang terkena sinar matahari penuh.
Tahap adaptasi ini penting agar tanaman tidak stres dan pertumbuhannya tetap optimal.
6. Pastikan Tanaman Mendapat Sinar Matahari Cukup
Ciplukan termasuk tanaman yang menyukai cahaya matahari. Agar cepat berbunga dan berbuah, tanaman membutuhkan paparan sinar matahari minimal 6–8 jam per hari.
Kurangnya cahaya matahari dapat menyebabkan tanaman tumbuh terlalu tinggi namun minim buah.
Jika ditanam di halaman rumah, letakkan pot di area terbuka seperti teras depan, halaman samping, atau rooftop yang mendapatkan cahaya penuh.
7. Lakukan Penyiraman Secara Stabil
Kesalahan umum saat menanam ciplukan adalah penyiraman yang tidak teratur. Tanaman ini memang tidak menyukai kondisi terlalu basah, tetapi media juga tidak boleh terlalu kering.
Menurut GrowVeg, perubahan kelembapan yang drastis dapat menyebabkan buah mudah pecah.
Karena itu, penyiraman sebaiknya dilakukan secara rutin dengan volume cukup, terutama saat musim kemarau. Waktu terbaik menyiram adalah pagi atau sore hari.
Menjaga kelembapan media tetap stabil menjadi salah satu kunci penting dalam cara menanam ciplukan di pot agar cepat berbuah.
8. Berikan Pemupukan Susulan
Agar tanaman semakin produktif, lakukan pemupukan susulan setiap 2–3 minggu sekali.
Pupuk yang dapat digunakan antara lain:
- Pupuk kompos cair
- Pupuk kandang fermentasi
- Pupuk NPK dosis ringan
- Pupuk tinggi fosfor dan kalium saat mulai berbunga
Hindari pemberian nitrogen berlebihan karena dapat membuat tanaman terlalu rimbun daun namun lambat berbuah.
9. Gunakan Mulsa agar Buah Tetap Bersih
Tanaman ciplukan memiliki karakter cabang yang cenderung menjalar dan buah matang biasanya jatuh ke tanah.
GrowVeg menyarankan penggunaan mulsa seperti jerami, kardus, atau sekam di permukaan media untuk menjaga kelembapan sekaligus menjaga buah tetap bersih.
Cara ini juga membantu mengurangi pertumbuhan gulma di dalam pot.
10. Panen Saat Buah Jatuh dan Kelopak Mengering
Ciplukan siap dipanen ketika buah jatuh sendiri dari batang dan kelopaknya mulai mengering kecokelatan.
Buah yang matang biasanya memiliki rasa lebih manis dan aroma lebih harum.
Panen dapat dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali agar buah tidak membusuk di media tanam.
Tips agar Ciplukan Lebih Cepat Berbuah
Berikut beberapa tips tambahan agar tanaman lebih produktif:
- Gunakan bibit unggul dari tanaman sehat
- Hindari media terlalu padat
- Letakkan tanaman di tempat panas
- Rutin memangkas daun tua
- Jangan terlalu sering memindahkan pot
- Gunakan pupuk organik secara berkala
Dengan perawatan yang konsisten, tanaman ciplukan di pot dapat mulai menghasilkan buah dalam waktu sekitar 2–4 bulan setelah tanam.
Keunggulan Tanaman Ciplukan
Ciplukan atau ground cherry termasuk tanaman dari genus Physalis. Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis maupun subtropis. Buahnya dibungkus kelopak tipis menyerupai lampion kecil yang menjadi ciri khasnya.
Menurut informasi dari Website Portal Resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Badung, ciplukan mampu tumbuh pada tanah gembur, subur, tidak tergenang air, dan memiliki pH mendekati netral. Tanaman ini juga dapat hidup mulai dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.500 mdpl.
Sementara itu, laman GrowVeg menjelaskan bahwa ground cherry atau ciplukan sangat cocok ditanam di pot karena pertumbuhannya relatif mudah dikendalikan dan produktif dalam menghasilkan buah.
Pertayaan Seputar Cara Menanam Ciplukan
1. Berapa lama ciplukan mulai berbuah?
Umumnya ciplukan mulai berbuah sekitar 2–4 bulan setelah tanam tergantung perawatan dan kondisi lingkungan.
2. Apakah ciplukan bisa ditanam di pot kecil?
Bisa, tetapi pertumbuhannya kurang maksimal. Sebaiknya gunakan pot berukuran besar agar akar berkembang optimal.
3. Apakah ciplukan membutuhkan banyak air?
Tidak. Ciplukan hanya membutuhkan kelembapan stabil dan tidak menyukai genangan air.
4. Kenapa tanaman ciplukan subur tetapi tidak berbuah?
Biasanya disebabkan terlalu banyak pupuk nitrogen, kurang sinar matahari, atau pot terlalu sempit.
5. Apakah buah ciplukan yang jatuh masih layak dimakan?
Ya, buah ciplukan matang memang biasanya jatuh sendiri dari tanaman dan tetap aman dikonsumsi selama masih bersih dan segar.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·