Carl Hoefkens Sebut Kartu Merah Mohamed Nassoh Ubah Permainan NAC Breda

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Gelandang NAC Breda Mohamed Nassoh menerima kartu merah saat timnya tunduk 2-0 dari tuan rumah FC Utrecht di Stadion Galgenwaard pada Sabtu, 2 Mei 2026. Keputusan wasit tersebut memaksa tim tamu bermain dengan sepuluh orang hingga akhirnya kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.

Mohamed Nassoh memberikan klarifikasi terkait insiden yang menyebabkan dirinya harus meninggalkan lapangan lebih awal. Ia menegaskan bahwa pelanggaran keras terhadap pemain FC Utrecht tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan saat perebutan bola berlangsung.

"Het was totaal niet mijn intentie om de speler van FC Utrecht zo te raken. Laat dat in ieder geval duidelijk zijn," jelas Nassoh.

Nassoh merasa dirinya menyentuh bola terlebih dahulu sebelum terjadi benturan fisik dengan lawan. Ia menilai keputusan kartu merah tersebut tampak lebih berat karena tinjauan melalui tayangan lambat oleh wasit di lapangan.

"Voor mijn gevoel raak ik als eerste de bal en moet ik mijn voet ergens neerzetten na die actie. We rennen een beetje naar elkaar toe en komen in dat duel. Misschien kun je er rood voor geven als je het in slow motion bekijkt. In het veld voelde het op dat moment totaal niet zo," ungkap Nassoh.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Nassoh tetap mengapresiasi perjuangan rekan setimnya yang terus bertahan hingga menit terakhir. Ia mengakui bahwa kekalahan di fase krusial ini tidak lepas dari pengurangan jumlah pemain di kubu Breda.

"Respect voor mijn teamgenoten dat ze tot de laatste minuut alles hebben gegeven. Mede dankzij mijn rode kaart verliezen we deze wedstrijd in de slotfase. Het wordt een moeilijk verhaal, maar we moeten gas blijven geven," tutur Nassoh.

Pelatih kepala NAC Breda, Carl Hoefkens, menilai jalannya pertandingan tersebut menggambarkan perjalanan sulit yang dihadapi timnya sepanjang musim ini. Menurutnya, skema permainan berjalan baik sebelum insiden kartu merah merusak keseimbangan tim.

"Het is een wedstrijd die ons seizoen typeert. Jammer genoeg. Met elf tegen elf zaten we goed in de wedstrijd en had FC Utrecht alle moeite om erdoorheen te komen. We kregen ook wat kansjes. Na de rode kaart verandert het hele beeld natuurlijk en kunnen zij hun kwaliteiten meer laten zien," kata Hoefkens.

Hoefkens tetap bangga melihat daya juang anak asuhnya yang masih mampu menciptakan peluang meskipun kalah jumlah pemain. Ia juga menyoroti gol FC Utrecht yang diputuskan sah setelah pemeriksaan ketat melalui teknologi garis gawang atau VAR.

"We hebben het knap gedaan als ploeg en kregen zelfs met tien man nog mogelijkheden op een resultaat. Het is lang goed gegaan, maar dan is het jammer dat die goal van FC Utrecht met een millimeter wordt goedgekeurd. Het staat vast dat we naar andere ploegen moeten kijken, maar zolang het mathematisch niet beslist is, blijven wij gaan. Week na week," tegas Hoefkens.

Kekalahan ini memaksa NAC Breda untuk bergantung pada hasil pertandingan tim lain dalam persaingan menghindari zona degradasi Eredivisie musim ini.