Catanzaro Melaju ke Final Playoff Serie B Lawan Monza

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tiket babak final playoff promosi Serie A musim 2026-2027 berhasil diamankan oleh Catanzaro meskipun menelan kekalahan 0-2 dari tuan rumah Palermo pada laga leg kedua semifinal di Stadion Renzo Barbera pada Rabu, 20 Mei 2026 malam waktu setempat.

Hasil pertandingan yang dipimpin wasit Matteo Marcenaro dan dihadiri 33.286 penonton ini membuat klub asal Calabria tersebut tetap unggul agregat 3-2 berkat kemenangan telak 3-0 pada pertemuan pertama di Stadion Ceravolo, sedangkan Palermo dipastikan bertahan di Serie B.

Dilansir dari infonasional.com, Catanzaro dijadwalkan saling berhadapan dengan Monza dalam babak final yang menggunakan sistem kandang dan tandang, dengan leg pertama pada Minggu, 24 Mei 2026 dan leg kedua pada Jumat, 29 Mei 2026.

Pemenang dari duel final tersebut akan menyusul Venezia dan Frosinone yang sudah lolos otomatis, serta menjadi salah satu lawan Como di Serie A musim depan untuk menggantikan Hellas Verona dan Pisa yang resmi terdegradasi.

Dalam laga penentu ini, Palermo yang dibesut Filippo Inzaghi mencetak gol cepat lewat sundulan Joel Pohjanpalo pada menit kedua memanfaatkan situasi tendangan bebas Palumbo, yang sempat memicu protes pemain Catanzaro karena dinilai offside namun tetap disahkan setelah peninjauan VAR bersama Davide Ghersini.

Catanzaro sempat mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 73,9 persen di sisa babak pertama, sementara Palermo harus mengganti bek tengah Peda yang cedera pada menit ke-16 dengan Magnani, sebelum akhirnya Rui Modesto menambah gol bagi tuan rumah pada menit ke-88 memanfaatkan umpan Ranocchia.

Upaya Palermo mengejar agregat semakin berat setelah Pierozzi menerima kartu merah langsung di masa injury time, sementara keberhasilan menembus final ini memicu konvoi kendaraan dengan kibaran bendera kuning-merah di kota Catanzaro demi menyambut peluang kembali ke kasta tertinggi sejak 1983 di bawah manajemen Noto.

Mantan pemain Palermo, Lamberto Zauli, memberikan analisisnya mengenai tensi pertandingan krusial ini sebelum laga dimulai saat diwawancarai oleh Tuttomercatoweb.

"Il Palermo per fare l'impresa e non chiudere la stagione con l'uscita di scena che, viste le premesse di inizio campionato, avrebbe tutti i crismi di una grande delusione, il Catanzaro per continuare a stupire e sfruttare il vantaggio del 3-0 dell'andata. Il Monza attende la sua sfidante per un posto in paradiso. Ogni partita va preparata con la massima concentrazione, se pensi al risultato dell'andata puoi essere condizionato in negativo" kata Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.

Zauli menambahkan bahwa Palermo dituntut tampil tanpa celah demi mengejar agregat gol agar bisa melaju ke babak final menghadapi Monza.

"Quando parti con un 3-0 sulle spalle la partita non ti permette di fare alcun errore. Occorre la partita perfetta, se si incanala subito nel giusto modo i rosanero possono giocarsela. Non penso che a Catanzaro pensino che sia già fatta" ujar Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.

Meskipun mengakui kekuatan lawan, Zauli menegaskan bahwa faktor dukungan suporter di Stadion Barbera memegang peranan penting bagi kebangkitan tim tuan rumah.

"Il Catanzaro ha calciatori molto forti, fa i playoff da anni e non è una sorpresa. La squadra è cresciuta nel tempo, davanti ha giocatori fortissimi, uno su tutti Iemmello. Si gioca ogni partita le ses chance. Però è ancora tutto aperto" tutur Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.

Dia juga mengingatkan bahwa target utama Palermo sejak awal kompetisi adalah promosi, sehingga kegagalan di fase ini akan menjadi pukulan telak.

"La delusione quando non arrivi all'obiettivo c'è sempre. Penso che l'obiettivo del Palermo ad inizio stagione fosse quello di centrare la promozione. But eventualmente bisogna ripartire e voltare pagina, lo impone lo sport. C'è però una partita da giocare e e il Barbera si farà sentire" ucap Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.

Seusai pertandingan, pelatih Palermo Filippo Inzaghi memberikan pernyataan resmi kepada DAZN yang mengapresiasi dukungan luar biasa dari para suporter di stadion meski timnya harus tersingkir dari kompetisi.

"Questa gente ha dato una lezione a tutti oggi. I ragazzi meritavano di andare avanti e di fare forse più di tre gol. A me rimane di haver costruito questo rapporto con i giocatori e il pubblico. Nelle altre experiences portavo a termine gli obiettivi al primo tahun. Qua probabilmente ce ne vorranno due, voglio regalare alla gente ciò che merita. Oggi hanno dimostrato che questa squadra dapat mencapai tingkat tertentu. Il calcio oggi è stato cattivo karena tim kami layak ke final tetapi tidak masalah. Facciamo i complimenti al Catanzaro" kata Filippo Inzaghi, Pelatih Palermo.

Inzaghi kemudian melanjutkan penjelasannya mengenai komitmen jangka panjang bersama klub asal Sisilia tersebut dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan.

"Io non lascio le cose a metà. Oggi non andrei nemmeno al Real Madrid. La gente dal primo giorno mi ha dato tanta fiducia. Sono tanto triste dentro oggi ma sono convinto che quando mi metto in testa una cosa la porto a termine. Abbiamo costruito qualcosa di unico in Italia. Ho un debito di grande riconoscenza nei confronti di questa gente" tutur Filippo Inzaghi, Pelatih Palermo.

Mengenai jalannya pertandingan leg pertama yang berakhir dengan kekalahan telak, sang pelatih mengakui adanya faktor persiapan yang sulit pada pekan sebelumnya.

"Era stata una settimana complicata e quei due gol a freddo ci hanno scosso e abbiamo fatto fatica a riprenderci. La qualificazione l’abbiamo persa all’andata. Io speravo stasera di riuscire a fare un’impresa epica o di uscire dal campo con quello che abbiamo fatto quest’anno. Purtroppo non è bastato ma è servito a costruire qualcosa di magico. Anche oggi se siamo eliminati ci hanno applaudito. I tifosi hanno creato un’atmosfera unica. Sono convinto che il prossimo anno si ripartirà bene" jelas Filippo Inzaghi, Pelatih Palermo.

Monza sendiri lolos ke final setelah mencatatkan hasil imbang 2-2 melawan Juve Stabia di Campania dan meraih kemenangan 2-1 di Brianza melalui dua gol Patrick Cutrone.