Cedera Punggung Paksa Viktor Axelsen Pensiun dari Bulu Tangkis

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Pebulutangkis tunggal putra asal Denmark, Viktor Axelsen, secara resmi mengumumkan keputusan untuk pensiun dari dunia profesional pada Rabu (15/4/2026) siang. Langkah gantung raket ini diambil peraih dua medali emas Olimpiade tersebut setelah berjuang melawan cedera punggung kronis yang tidak kunjung membaik.

Keputusan besar ini menandai akhir perjalanan karier panjang Axelsen di level tertinggi bulu tangkis internasional. Melalui akun media sosial pribadinya, mantan pemain nomor satu dunia itu mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya sudah tidak lagi memadai untuk menjalani pola latihan berat maupun kompetisi rutin.

Masalah kesehatan yang dialami Axelsen bermula dari cedera punggung serius yang terjadi pada April 2025. Dilansir dari IDN Times, meskipun telah menjalani berbagai upaya medis dan proses rehabilitasi selama setahun terakhir hingga April 2026, kondisi fisiknya tetap gagal kembali ke level kompetitif.

"Menerima situasi ini sangat sulit bagi saya. Tetapi, saya telah mencapai titik di mana tubuh ini tidak mengizinkan lanjut," ujar Viktor Axelsen dalam pernyataan resminya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim medis, spesialis, dan jajaran pelatih yang telah membantunya selama masa pemulihan.

Sebelum memutuskan pensiun, Axelsen sempat menunjukkan sisi ekspresifnya saat mengikuti turnamen format unik BDMNTN XL di Indonesia pada 2025. Dalam wawancara bersama IDN Times, ia mengaku menikmati momen tersebut karena bisa berinteraksi lebih dekat dan emosional dengan para penggemar di tanah air.

Selain prestasi di lapangan, pemain yang menguasai bahasa Mandarin ini juga aktif memberikan kontribusi di luar arena melalui produksi konten digital. Axelsen meluncurkan program podcast bertajuk Average Not Average sebagai upaya memperkaya konten edukasi dan hiburan dalam ekosistem bulu tangkis dunia.

Selama berkarier, Axelsen dikenal sebagai pemain dengan determinasi tinggi dan sempat mengambil keputusan strategis untuk pindah tempat latihan ke Dubai setelah Olimpiade Tokyo. Ia berharap publik mengenangnya sebagai atlet yang jujur, selalu memberikan performa terbaik, dan tetap membumi meskipun telah meraih kesuksesan besar di kancah global.