Cedera Saraf Punggung Paksa Viktor Axelsen Pensiun dari Bulu Tangkis

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Dunia bulu tangkis internasional kehilangan salah satu talenta terbaiknya setelah Viktor Axelsen mengumumkan pengunduran diri secara resmi pada Rabu (15/4/2026). Atlet tunggal putra asal Denmark tersebut terpaksa gantung raket akibat gangguan saraf persisten yang dipicu oleh cedera punggung kronis.

Kondisi fisik peraih dua medali emas Olimpiade ini dinilai tidak lagi mampu menanggung beban latihan intensif maupun tensi kompetisi tingkat tinggi. Keputusan sulit tersebut diambil Axelsen setelah menempuh serangkaian konsultasi mendalam dengan tim dokter dan ahli bedah yang menangani operasinya tahun lalu.

"Sejujurnya, bukan saya yang membuat keputusan ini. Tubuh sayalah yang memutuskan untuk saya. Itulah bagian yang berat," ujar Viktor Axelsen saat berbicara dalam The Average Not Average Podcast. Ia mengakui tidak lagi mampu menjalani standar latihan yang diperlukan sebagai pemain profesional.

Masalah kesehatan serius ini bermula sejak operasi punggung yang dijalaninya pada April 2025. Meskipun sempat menjalani rehabilitasi panjang selama setahun, Axelsen mengalami penurunan kondisi atau setback signifikan pada Oktober tahun lalu yang menghentikan progres pemulihannya.

Dilansir dari Badminton Europe, Axelsen merinci bahwa sejak turnamen di bulan Oktober tersebut, ia sama sekali tidak bisa berlatih pada level yang dibutuhkan. Rasa sakit yang muncul setiap kali bergerak di lapangan menjadi penghalang utama yang mustahil dihindari oleh atlet berusia 32 tahun itu.

Mantan pemain nomor satu dunia ini menutup kariernya dengan catatan sejarah yang luar biasa, termasuk koleksi dua gelar juara dunia. Axelsen menyatakan bahwa keputusannya untuk berhenti saat ini mutlak didasari oleh pertimbangan kesehatan jangka panjang atas saran tim medis profesional.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana karier Axelsen setelah meninggalkan lapangan kompetisi. Sang juara bertahan tersebut kini fokus sepenuhnya pada proses pemulihan saraf guna menjaga mobilitas fisiknya di luar dunia olahraga profesional.