- Nasional
Cegah Korupsi, Saan Mustopa Minta Kepala Daerah Tahan Hasrat
- 14 Apr 2026 16:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
- Oleh - Eliana Zahra Devina,
- Editor - Rini Hairani
Poin Utama
- Saan Mustopa meminta kepala daerah menahan hasrat demi mencegah praktik korupsi.
- Ia menyoroti banyaknya pejabat yang terjerat kasus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai peringatan penting.
- Kepala daerah diingatkan untuk tidak menyalahgunakan jabatan demi kepentingan materi dan tetap fokus melayani masyarakat.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Saan Mustopa saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 13 April 2026 (Foto: RRI/Eliana Zahra)
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Saan Mustopa mengingatkan para pemimpin daerah. Ia menekankan pentingnya pengendalian diri agar tidak terjebak dalam praktik korupsi yang sedang marak terjadi saat ini.
Saan mengaku prihatin atas banyaknya pejabat daerah yang terjerat kasus hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menilai pengelolaan keinginan pribadi menjadi kunci utama dalam menjaga marwah serta integritas sebagai seorang pemimpin.
“Tadi memang kita juga prihatin dengan banyaknya kepala daerah yang tertangkap oleh penegak hukum khususnya KPK. Karena itu menjaga kredibilitas, integritas dari kepala daerah, dan juga mungkin semua hal ini penting terutama dalam soal mengelola hasrat,” ujar Saan saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Saan melarang keras adanya transaksi jabatan politik. Ia menghimbau seluruh pejabat agar tidak memanfaatkan wewenang demi mendapatkan keuntungan materi yang bersifat sangat pragmatis.
Lanjutnya, kesadaran kolektif seluruh kepala daerah harus dibangun demi mencegah penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan negara. Ia menegaskan bahwa posisi pemimpin daerah seharusnya digunakan sepenuhnya untuk melayani kepentingan masyarakat luas di wilayahnya.
“Jadi mengelola hasrat sebagai pemimpin itu penting, agar jangan mengikuti hasrat ketika berkuasa. Apalagi dalam bentuk materi, jadi mentransaksikan posisi politik yang dimiliki untuk kepentingan-kepentingan yang sifatnya pragmatis ataupun materi,” kata Saan.
Saan menjelaskan bahwa Partai Nasional Demokrat (NasDem) telah memberikan instruksi khusus kepada seluruh kader mereka. Para kepala daerah dari partai tersebut dilarang keras menukar pengaruh jabatan dengan materi.
Pemanfaatan kekuasaan harus difokuskan untuk membawa kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat di daerah masing-masing. Menurutnya, komitmen kuat dari setiap pemimpin sangat dibutuhkan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan jujur.
“Ini harus yang menjadi kesadaran dari seluruh kepala daerah, dan khususnya kader NasDem memang sudah disampaikan. Kita menjadi kepala daerah itu bukan mentransaksikan posisi yang dimiliki untuk mendapatkan hal-hal yang sifatnya pragmatis dalam materi,” ucap Saan.
Lanjutnya, situasi ekonomi global yang dinamis saat ini memberikan dampak nyata yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, para pemimpin daerah dituntut mampu menahan diri dari godaan gaya hidup yang berlebihan.
“Yang saya yakin itu harus menjadi kesadaran, komitmen, kemauan dari kepala daerah berpihak kepada masyarakatnya. Apalagi dalam situasi hari ini ya kita ada situasi global yang pasti berdampak kepada kita semua,” ujar Saan.
Memuat berita terbaru.....
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·