Klub promosi Como menjaga peluang lolos ke kompetisi Liga Champions Eropa musim depan setelah berhasil menaklukkan Parma dengan skor tipis 1-0 dalam laga pekan ke-37 Liga Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Minggu, 17 Mei 2026.
Gol tunggal kemenangan tim tuan rumah dicetak oleh Alberto Moreno pada menit ke-57, yang membuat tim asuhan Cesc Fabregas kini mengoleksi 68 poin dari 37 pertandingan dan menempati peringkat kelima klasemen sementara.
Hasil tersebut membuat posisi Il Lariani hanya terpaut dua angka dari AC Milan dan AS Roma yang berada di peringkat ketiga dan keempat, sekaligus memastikan Como minimal finis di peringkat keenam untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa.
Kesuksesan luar biasa klub yang baru promosi dari Serie B sekitar 18 bulan lalu ini memicu apresiasi tinggi dari internal klub, di mana para staf memberikan guard of honour kepada para pemain sebelum pertandingan dimulai.
"Itu adalah pertandingan yang penting, untuk terus memperjuangkan sebuah mimpi, yang lebih dari sekadar mimpi," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como.
Fabregas menyatakan bahwa pencapaian anak asuhnya musim ini diraih lewat proses panjang yang sangat istimewa bagi sejarah klub, yang melibatkan kerja keras seluruh elemen tim secara bersama-sama.
"Kami menjalani perjalanan ini dengan organisasi dan kualitas. Kami masih berada di sana dengan satu pertandingan tersisa, dan kita akan melihat apa yang terjadi," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como.
Sang pelatih juga menegaskan pentingnya semua orang di dalam klub untuk menikmati setiap momen dari proses perjuangan bersejarah yang tengah mereka lalui saat ini.
"Iya ingin semua orang menikmati perjalanan ini. Jika tidak, lalu untuk apa kami melakukannya? Semua orang harus menikmati semua yang sedang kami lakukan," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como.
Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci utama di balik konsistensi permainan tim hingga pekan-pekan krusial akhir musim.
"Ini adalah musim paling penting dan paling spesial dalam sejarah klub. Kami melakukan semuanya bersama-sama," ujar Cesc Fabregas, Pelatih Como.
Selain merayakan kemenangan, Fabregas memberikan jawaban tegas terkait kritik dan komentar miring yang menilai kesuksesan Como musim ini hanya terjadi karena kekuatan finansial serta belanja besar pemilik klub.
"Ada banyak pembicaraan tentang uang yang kami habiskan, tetapi jika Anda mau, saya bisa menunjukkan kepada Anda di mana 15 pemain yang paling banyak bermain musim ini berada dua tahun lalu, berapa banyak yang kami bayarkan untuk mereka, dan berapa banyak gaji mereka," tutur Cesc Fabregas, Pelatih Como.
Legenda sepak bola Spanyol itu mengingatkan bahwa anggaran gaji pemain Como sebenarnya masih berada jauh di bawah klub-klub mapan papan atas Liga Italia.
"Pada akhirnya, total gaji kami lebih lower dibanding mereka yang berada di atas kami. Saya telah menjalani perjalanan panjang di sepak bola, saya memiliki momen-momen spesial dalam karier saya, dan sekarang kami harus menikmati setiap momen hingga akhir," ucap Cesc Fabregas, Pelatih Como.
Berdasarkan data yang dilansir dari Calciomercato, bujet upah kotor Como musim ini hanya sebesar 47,8 juta euro, berbanding terbalik dengan Inter Milan sebesar 141,5 juta euro, Juventus 123 juta euro, Napoli 110,1 juta euro, AS Roma 107,5 juta euro, dan AC Milan 104,5 juta euro.
Fabregas juga menilai tudingan miring publik sepak bola Italia muncul karena banyak pihak terlalu menyederhanakan performa impresif timnya tanpa melihat kerja keras harian di dalam skuad.
"Orang-orang berbicara seolah kami menghabiskan uang dalam jumlah luar biasa. Coba lihat daftar gaji kami, kami bahkan tidak masuk 10 besar di Serie A," ujar Cesc Fabregas, Pelatih Como.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan klub yang diperkuat pemain berpengalaman seperti Pepe Reina dan Raphael Varane ini lebih bertumpu pada pembangunan identitas, organisasi, serta keberanian menerapkan sepak bola menyerang.
"Yang kami lakukan adalah membangun identitas dan mentalitas. Para pemain bekerja luar biasa setiap hari," lanjut Cesc Fabregas, Pelatih Como.
Fabregas menyatakan bahwa fokus utama klub adalah menciptakan kesuksesan jangka panjang yang konsisten, bukan sekadar sensasi sesaat di kompetisi tertinggi Italia.
"Kami ingin membangun sesuatu yang berkelanjutan, bukan hanya sukses sesaat," tegas Cesc Fabregas, Pelatih Como.
Kepastian posisi akhir Como di zona kompetisi Eropa kini akan ditentukan pada pertandingan pekan terakhir Serie A musim ini.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·