Cesc Fabregas mulai mencuri perhatian sebagai pelatih potensial setelah menunjukkan performa mengesankan di Liga Italia. Sosok yang kini menangani Como tersebut mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar di Premier League.
Dilansir dari Detik Sport, Fabregas berhasil membawa Como bersaing di zona Eropa. Klub yang dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia, Hartono bersaudara, ini tengah menempati peringkat keenam klasemen sementara dan berpeluang menembus Liga Champions.
Pencapaian ini berpotensi menjadi sejarah baru bagi klub asal Lombardia tersebut. Jika tiket Liga Champions gagal diraih, finis di zona Liga Europa atau UEFA Conference League tetap menjadi prestasi besar bagi skuad I Lariani.
Keberhasilan Fabregas tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga pembaruan taktik yang ia bawa ke Italia. Ia menekankan penguasaan bola yang dipadukan dengan kecepatan aliran bola dan vertikalitas serangan.
Dalam skema permainannya, Como sengaja memancing tekanan lawan untuk mengeksploitasi celah yang terbuka. Strategi agresif ini dijalankan dengan baik oleh deretan pemain muda yang menghuni skuadnya.
Kombinasi antara ide taktis yang segar dan hasil nyata di lapangan memicu ketertarikan dari Inggris. Salah satu klub yang dikabarkan memantau situasinya adalah Chelsea, yang saat ini tengah mencari manajer tetap untuk musim mendatang.
Tanggapan Fabregas Terkait Peluang Kembali ke Inggris
Menanggapi rumor tersebut, Fabregas mengakui kekagumannya terhadap kompetisi di Inggris. Ia menegaskan bahwa kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut merupakan liga terbaik di dunia berdasarkan pengalamannya.
"Premier League itu liga terbaik di dunia. Saya sudah selalu jelas tentang itu. Saya merasakannya sebagai pemain, sebagai pelatih, dan sebagai penggemar," ujar Fabregas.
Meski memiliki ambisi untuk kembali, ia mengaku tidak terburu-buru. Fabregas teringat pesan dari mantan pelatihnya mengenai durasi karier kepelatihan yang masih sangat panjang bagi dirinya.
"Tapi (Jose) Mourinho pernah bilang suatu hari saat saya masih di Chelsea, bahwa saya masih punya 30 tahun untuk bekerja. Jadi saya bisa di sini selama 10 tahun lagi, dan masih bisa ke Premier League dalam 12, 15 tahun," kata Fabregas.
Ia memilih untuk tetap rendah hati dan fokus pada pekerjaannya saat ini di Italia. Bagi Fabregas, dinamika dalam dunia sepak bola bisa berubah dengan sangat cepat dalam hitungan detik.
"Sepakbola itu sangat tidak bisa diprediksi, bisa berubah dalam sedetik. Satu hari Anda jadi yang terbaik, esok hari Anda jadi yang terburuk. Jadi mari nikmati saja momen ini," ucapnya.
Saat ini, fokus utamanya adalah melanjutkan tren positif bersama Como. Ia ingin menikmati setiap proses yang tengah berjalan sebelum memikirkan langkah selanjutnya di masa depan.
"Saya suka menikmati momen ini. Kami menjalani hal yang indah di sini. Jadi lihat saja apa yang akan terjadi di masa depan," ujar Fabregas.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·