Chelsea Berjuang Pertahankan Posisi Zona Eropa Setelah Empat Kekalahan Beruntun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Chelsea berupaya keras mengamankan posisi di zona kompetisi Eropa pada sisa musim Liga Inggris guna menghindari ancaman merosot ke papan tengah klasemen. Berdasarkan data klasemen per Selasa (21/4/2026), klub asal London tersebut saat ini menempati peringkat keenam dengan koleksi 48 poin dari 33 pertandingan.

The Blues saat ini menghadapi tekanan besar karena hanya unggul selisih gol dari pesaing terdekatnya di klasemen sementara. Penurunan performa tim menjadi sorotan utama setelah hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir yang membuat posisi mereka tidak stabil.

"Chelsea saat ini menempati urutan keenam dengan raihan 48 poin hasil dari 33 pertandingan, namun tren negatif membayangi tim setelah menelan kekalahan dalam empat laga beruntun," dilansir dari Detik Sport.

Kekalahan beruntun tersebut memperlebar jarak Chelsea dengan tim di posisi lima besar, yang menjadi batas aman untuk kualifikasi kompetisi kontinental musim depan. Saat ini, skuat asuhan Mauricio Pochettino tertinggal tujuh angka dari Liverpool yang menduduki peringkat kelima.

"Peluang untuk mendapatkan tiket Liga Champions musim depan kian menipis karena selisih poin yang cukup jauh dengan Liverpool," dilansir dari Detik Sport.

Manajemen tim kini harus mewaspadai ancaman dari Brentford dan Bournemouth yang memiliki jumlah poin identik dengan Chelsea. Selain itu, Brighton dan Everton juga mengintai di posisi bawah dengan hanya selisih satu angka dari perolehan poin The Blues.

"Sunderland di peringkat ke-11 mengoleksi 46 poin, disusul Fulham di posisi ke-12 dengan 45 poin, yang berarti selisih dengan Chelsea tidak lebih dari tiga angka," dilansir dari Detik Sport.

Persaingan ketat di papan tengah ini membuat keunggulan produktivitas gol Chelsea yang mencapai angka 11 menjadi faktor krusial. Statistik tersebut diharapkan menjadi jaring pengaman jika terjadi perolehan poin yang sama dengan klub rival di akhir musim kompetisi.

Langkah perbaikan di lini pertahanan menjadi kewajiban bagi Chelsea untuk meminimalkan kesalahan individu di laga-laga tersisa. Konsistensi performa di lapangan menjadi satu-satunya cara bagi tim untuk tetap bertahan di zona Liga Europa dan mencegah kemerosotan posisi lebih jauh.