Chelsea dilaporkan hampir mencapai kesepakatan prinsip untuk menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer permanen baru mereka menjelang laga final Piala FA melawan Manchester City pada Sabtu, 16 Mei 2026. Klub asal London Barat tersebut berencana mempercepat negosiasi teknis lanjutan pada pekan depan setelah sempat menunda proses perekrutan demi menjaga fokus skuad.
Dilansir dari talkSPORT dan Telegraph, Alonso menjadi kandidat terkuat mengungguli beberapa nama lain di daftar pendek Chelsea seperti Andoni Iraola, Marco Silva, Oliver Glasner, dan Filipe Luis. Manajemen BlueCo yang dipimpin Todd Boehly dan Behdad Eghbali berupaya mencari stabilitas setelah memecat Liam Rosenior pada April lalu yang hanya bertugas selama 106 hari.
Langkah manajemen Chelsea yang mendekati Alonso mendapat respons positif dari internal tim karena sang pelatih dinilai memiliki profil yang tepat untuk mengendalikan ego ruang ganti. Selain itu, laporan dari Telegraph menyebutkan bahwa Alonso akan diberikan peran kunci serta pengaruh signifikan dalam kebijakan transfer pemain, sebuah konsesi besar yang berbeda dari kebijakan manajemen sebelumnya.
Di tengah momentum penunjukan manajer baru, sekelompok suporter Chelsea yang tergabung dalam 'Not A Project CFC' justru menggelar aksi protes di Wembley Way sebelum final Piala FA dimulai. Sebanyak puluhan hingga sekitar 200 penggemar berjalan dari stasiun Wembley Park sambil membentangkan spanduk kritik dan menyanyikan yel-yel penolakan terhadap pemilik BlueCo serta jajaran direktur olahraga.
Terkait situasi negosiasi ini, seorang sumber memberikan keterangan mengenai garis waktu kepastian penunjukan pelatih baru di Stamford Bridge.
"Segalanya seharusnya berjalan cepat setelah final. Idealnya, Chelsea ingin mencapai kesepakatan dengan seseorang dalam beberapa hari ke depan, entah itu beberapa hari atau 10 hari. Namun, prosesnya seharusnya tidak memakan waktu lama sekarang," kata seorang sumber seperti dikutip dari sport.detik.com dan Metro.co.uk.
Sementara itu, di kubu rival, posisi Alonso yang merapat ke Chelsea memicu perbincangan di kalangan pendukung Liverpool yang sempat mengharapkannya kembali ke Anfield. Namun, manajemen Liverpool menegaskan tetap mempertahankan komitmen mereka kepada manajer saat ini, Arne Slot, yang sedang menghadapi tekanan akibat performa tim di akhir musim.
Menanggapi keraguan para pendukungnya terkait prospek tim pada musim depan, manajer asal Belanda tersebut memberikan pandangannya.
"I bisa memahami saat ini bahwa mereka tidak memiliki banyak kepercayaan diri atau perasaan bahwa keadaan bisa jauh lebih baik musim depan," kata Slot seperti dilansir dari SuperBall.id.
Ia menambahkan bahwa potensi perbaikan performa tim dapat didorong secara signifikan melalui aktivitas belanja pemain baru dan pemulihan pilar-pilar penting yang cedera.
"Tapi menurut saya mereka meremehkan apa yang bisa dilakukan oleh sebuah jendela transfer, apa yang bisa dilakukan oleh sebuah awal yang baru, dan saya rasa kita tahu betul apa yang perlu diperbaiki." ujar Slot.
Arne Slot juga menggarisbawahi dampak kehilangan sembilan pemain utama yang mengganggu konsistensi performa tim sepanjang musim.
"Jika Anda kehilangan sembilan pemain yang bisa menjadi starter dalam pertandingan sepak bola, dan hampir semuanya adalah pemain inti bagi kami atau telah menjadi pemain inti untuk sebagian besar musim, maka jika Anda menambahkan itu ke apa yang dapat Anda tingkatkan di bursa transfer dan menambahkan itu ke pemain yang bermain untuk musim kedua di Liga Inggris, itu secara otomatis akan menghasilkan lebih banyak lagi." kata Slot.
Ia optimistis bahwa perubahan kecil pada situasi-situasi krusial di lapangan akan membawa potensi peningkatan yang sangat besar bagi Liverpool di masa depan.
"Saya rasa perbedaannya tidak terlalu besar, hanya dengan melakukan hal yang benar dalam beberapa situasi saja sudah dapat memberikan kemungkinan peningkatan yang sangat besar." kata Slot.
Di sisi lain, karteker interim Chelsea, Calum McFarlane, memilih fokus mempersiapkan skuad untuk menghadapi Manchester City di Wembley. McFarlane mengonfirmasi kembalinya kapten Reece James serta kesiapan Robert Sanchez, Pedro Neto, dan Alejandro Garnacho untuk tampil dalam pertandingan penentu trofi tersebut.
"We were confident that Reece was able to play those minutes in Liverpool," ujar McFarlane seperti dilansir dari The Guardian.
James sebelumnya telah bermain sebagai pemain pengganti selama 63 menit saat Chelsea menahan imbang Liverpool dengan skor 1-1 pada akhir pekan lalu.
"He came through them well and has trained well this week. We’re really hopeful he can finish the season in that sort of form." kata McFarlane.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·