China Sepakat Tingkatkan Impor Minyak Amerika Serikat

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Tiongkok sepakat meningkatkan pembelian komoditas energi dari Amerika Serikat guna menjamin stabilitas pasokan di tengah ketidakpastian pasar global akibat konflik Iran. Kesepakatan ini muncul usai pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Jumat (15/5/2026), dilansir dari Detik Finance.

Donald Trump mengonfirmasi bahwa ekspor minyak akan segera dilakukan melalui beberapa pelabuhan utama di wilayah Amerika. Langkah strategis ini menjadi salah satu poin krusial dalam pembahasan isu energi antara kedua pemimpin negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

"Mereka telah setuju ingin membeli minyak dari Amerika Serikat, mereka akan pergi ke Texas, kita akan mulai mengirim kapal-kapal Tiongkok ke Texas, Louisiana, dan Alaska," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Kunjungan resmi ini merupakan momen bersejarah bagi hubungan diplomatik kedua negara di sektor perdagangan. Trump bahkan melontarkan penilaian positif terhadap hasil negosiasi yang telah dilakukan bersama delegasi Tiongkok selama berada di Beijing.

"fantastic trade deals" kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi dari Gedung Putih, Presiden Xi Jinping berupaya mengurangi ketergantungan negaranya pada jalur distribusi Selat Hormuz. Jalur tersebut saat ini dinilai sangat rawan akibat gejolak di Timur Tengah yang mengganggu arus energi internasional.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menambahkan bahwa diskusi tersebut secara spesifik mencakup potensi pasokan minyak mentah yang berasal dari Alaska. Kendati demikian, as reported by Detik Finance, belum ada pengumuman resmi mengenai rincian volume dan nilai kontrak pembelian minyak tersebut.

Data Reuters menunjukkan bahwa Tiongkok telah menghentikan impor minyak dari Amerika Serikat sejak Mei 2025. Hal ini terjadi setelah diterapkannya tarif masuk sebesar 20 persen sebagai dampak dari perang dagang yang berkepanjangan antara Washington dan Beijing.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga mencapai kesepahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan navigasi di perairan internasional. Trump dan Xi sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka secara bebas bagi kapal-kapal pengangkut komoditas energi demi menjaga stabilitas harga dunia.

Kunjungan ini menjadi perjalanan perdana presiden AS yang menjabat ke Tiongkok dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir. Rangkaian agenda diakhiri dengan kegiatan minum teh dan makan siang bersama sebelum delegasi Amerika Serikat dijadwalkan terbang kembali ke Washington.