China resmi membuka akses impor produk susu dari Rumania. Kebijakan ini diumumkan oleh otoritas bea cukai setempat dan menjadi langkah baru dalam memperluas perdagangan produk pertanian kedua negara.
“Tiongkok telah menyetujui impor produk susu dari Rumania, Administrasi Umum Bea Cukai mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu,” tulis laporan Bloomberg, Minggu (19/4).
Dengan kebijakan ini, produsen Rumania yang memenuhi syarat dapat mengekspor berbagai produk susu ke China. Produk yang diperbolehkan mencakup keju, susu bubuk, produk whey, hingga susu formula bayi, yang berasal dari susu sapi, domba, maupun kambing, selama sesuai dengan standar keamanan pangan China.
“Langkah ini memungkinkan produsen Rumania yang memenuhi syarat untuk mengirimkan berbagai macam susu dan produk susu termasuk keju, susu bubuk, produk whey, dan susu formula bayi yang terbuat dari susu sapi, domba, atau kambing yang memenuhi standar keamanan pangan Tiongkok, menurut pernyataan tersebut,” tulis kebijakan itu.
Namun, ada sejumlah ketentuan ketat yang harus dipenuhi. Fasilitas ekspor wajib mendapat persetujuan dari otoritas Rumania serta terdaftar di China. Selain itu, bahan baku susu harus berasal dari peternakan yang bebas dari penyakit hewan utama dan berada di bawah pengawasan resmi.
"Fasilitas ekspor harus disetujui oleh otoritas Rumania dan terdaftar di Tiongkok, sedangkan susu mentah harus berasal dari peternakan yang bebas dari penyakit hewan utama dan di bawah pengawasan resmi. Pengiriman harus disertai dengan sertifikat kesehatan hewan dan mematuhi persyaratan residu, pemrosesan, dan ketertelusuran,” kata pengawas perdagangan Tiongkok.
Kesepakatan ini sejalan dengan kerja sama yang lebih luas di sektor pertanian antara kedua negara. Pada 17 Maret lalu, Tiongkok dan Rumania telah menandatangani nota kesepahaman yang mendorong peningkatan perdagangan produk pertanian.
China sendiri merupakan pasar besar bagi industri susu. Pada tahun 2024, pendapatan perusahaan susu di negara tersebut mencapai 510 miliar yuan atau sekitar USD 71 miliar, menurut data asosiasi industri setempat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·