Vokalis grup musik Coldplay, Chris Martin, dipastikan akan memimpin pertunjukan jeda babak pertama pada pertandingan final Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kepastian ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dalam sebuah pengumuman resmi di Forum Ekonomi Dunia.
Format hiburan baru ini dirancang untuk menyamai kemegahan acara olahraga besar lainnya di dunia dengan melibatkan sejumlah artis tamu berskala global. Langkah tersebut merupakan bagian dari visi FIFA untuk meningkatkan standar tontonan sepak bola ke level yang lebih tinggi bagi penonton di seluruh dunia.
"It won’t be just one… it will be one of the biggest in the world," jelas Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Infantino menegaskan bahwa ambisi utama dari perubahan format ini adalah untuk mengubah pertandingan paling penting di planet ini menjadi sebuah pengalaman menyeluruh yang melampaui sekadar kompetisi olahraga. Strategi penggabungan sepak bola dengan industri hiburan ini diharapkan dapat menarik audiens yang lebih luas di masa depan.
Uji coba terhadap format hiburan berskala besar ini sebelumnya telah dilakukan pada laga final Piala Dunia Antarklub. Saat itu, Chris Martin tampil bersama sejumlah musisi ternama seperti J Balvin dan Doja Cat sebagai pratinjau dari konsep yang akan diusung pada turnamen utama nanti.
Transformasi ini menjadi titik balik bagi FIFA karena sebelumnya organisasi tersebut hanya menyelenggarakan pertunjukan musik singkat sebelum pertandingan dimulai. Pada edisi Piala Dunia 2018 di Rusia, Robbie Williams menjadi penampil utama di Stadion Luzhniki sebelum laga antara Perancis melawan Kroasia.
Tradisi tersebut berlanjut pada Piala Dunia 2022 di Qatar dengan penampilan dari artis seperti Ozuna dan Gims di Stadion Lusail. Namun, perbedaan mencolok pada Piala Dunia 2026 terletak pada durasi waktu, skala produksi, serta penempatan panggung yang berada di tengah pertandingan atau saat jeda babak pertama berlangsung.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·