Manajer Dundalk Ciaran Kilduff menyoroti penurunan standar performa timnya pada awal babak kedua yang mengakibatkan kekalahan 1-3 dari Bohemians di Stadion Dalymount Park pada Jumat malam, 15 Mei 2026. Hasil ini membuat posisi tim kini berjarak enam poin dari zona play-off degradasi.
Kekalahan tersebut dirasa menyakitkan bagi manajemen karena Dundalk sempat mendominasi total pada paruh pertama pertandingan. Namun, kendali permainan hilang sepenuhnya setelah jeda sehingga tim gagal mengamankan poin untuk memperbaiki peringkat klasemen Liga Irlandia.
"We’re in a moment right now," ujar Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Kilduff menilai anak asuhnya harus tetap menjaga perspektif meski menelan hasil pahit. Ia menyayangkan hilangnya kendali permainan setelah jeda babak pertama yang seharusnya bisa dikonversi menjadi kemenangan bagi tim berjuluk The Lilywhites tersebut.
"We showed in the first half we had the team to win that game of football but in the second half it didn’t look like it," kata Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Sang manajer mengingatkan para pemain untuk menjaga konsistensi selama 90 menit penuh demi mendapatkan poin. Ia menekankan status tim sebagai pendatang baru yang harus berjuang keras di setiap pertandingan kasta tertinggi.
"We need a bit of perspective as well. We’re the newly promoted team and we’re holding our own to the best of our ability. We’ve been competitive in that game tonight even though the result has gone the other way," tutur Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Meskipun gawang timnya telah kebobolan 16 kali dalam 10 pertandingan, Kilduff memberikan pembelaan terhadap performa kiper Enda Minogue. Ia justru menunjuk kegagalan bermain maksimal selama 25 menit di babak kedua sebagai faktor utama kekalahan.
"Maybe earlier in the season we’d be competitive and come out on the right end of the scoreline but I think if you don’t play for that 25 minutes then you don’t deserve to come away with anything. We probably got what we deserved in that capacity," ucap Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Di sisi lain, Drogheda United yang menjadi calon lawan berikutnya sedang menghadapi krisis pemain akibat absennya Scott Brady dan empat pilar lainnya. Kilduff kembali menyesalkan ketidakmampuan skuadnya menambah keunggulan saat berada di atas angin.
"If we had played anyway like we had in the first half in the second half then I think we go on and win the game. I was hoping to go and get the second goal but it definitely didn’t look like we were ever going to do that," kata Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Pentingnya menjaga fokus hingga peluit panjang dibunyikan terus ditegaskan oleh manajer tersebut. Ia melihat adanya tren negatif di mana tim sering kehilangan konsentrasi tepat setelah babak kedua dimulai.
"You don’t get any points at half-time. They only come at full time," tegas Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Secara taktis, kegagalan menjaga level permainan telah memberikan hukuman berat bagi strategi yang telah disusun. Kilduff merasa performa dominan di babak pertama menjadi sia-sia karena kegagalan di sisa waktu pertandingan.
"Yeah, for 45 minutes we felt dominant, scored a good goal, had other chances, limited them to no chances of any note but then you give 25 minutes like that at the start of a second half against any team in this division then you’ll get royally punished and we did," ujar Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Situasi tim semakin diperparah dengan kartu merah yang diterima Rob Cornwall akibat pelanggaran terhadap Ross Tierney. Perubahan drastis dari performa apik menjadi tanpa hasil merupakan hal yang sangat mengecewakan bagi sang manajer.
"We had 45 minutes of really good stuff and then 25 minutes of absolute nothing. That’s very disheartening," kata Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Berdasarkan evaluasi teknis, gol pembuka lawan bermula dari koordinasi buruk saat melakukan sapuan bola di area pertahanan sendiri. Kilduff menganggap penurunan standar tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima oleh tim profesional.
"Nothing really changed in our ethos but we have a little bit of a trend now just after half time of conceding goals and it’s not good enough. It’s unacceptable. We’re working too hard for large periods of games to come away and drop our standards and drop our levels for even 10 minutes, never mind the 25 that we did," ucap Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Manajer menutup evaluasinya dengan mengakui kegagalan mengantisipasi serangan balik lawan di awal babak kedua. Kombinasi kesalahan mendasar dan hukuman penalti menjadi titik balik yang menghancurkan perjuangan timnya di lapangan.
"The first goal is a calamity of trying to clear the ball from your box, it bobbles and ends up in your net. The second goal is a red card and a penalty and that was all that she really wrote from there," pungkas Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
37 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·