Gelandang Chelsea Cole Palmer menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Stamford Bridge sekaligus membantah rumor kepindahannya ke Manchester United jelang laga lanjutan Liga Inggris pada Minggu, 19 April 2026. Pemain asal Inggris tersebut menyatakan fokus penuh pada proyek jangka panjang klub London Barat itu.
Kabar ketertarikan Setan Merah muncul akibat latar belakang Palmer yang lahir di Manchester, namun sang pemain menanggapi spekulasi tersebut dengan santai. Sejak bergabung dari Manchester City pada September 2023, Palmer telah mencetak 53 gol dan 32 assist dalam 124 penampilan di berbagai kompetisi menurut catatan CNN Indonesia.
"Semua orang hanya berbicara. Saat saya melihatnya, saya cuma tertawa. Manchester memang rumah saya, tetapi saya betah di London," ujar Palmer dalam laporan bola.kompas.com.
Pemain berusia 23 tahun tersebut kini telah kembali bugar sepenuhnya setelah sempat bergelut dengan cedera pangkal paha yang mengganggu ritme permainannya. Palmer tercatat tampil dalam 27 pertandingan musim ini dengan torehan 10 gol dan 3 assist sebagaimana dilansir Goal.com.
"Saya tidak punya rencana untuk pergi dari Chelsea. Kami masih punya banyak hal untuk diperjuangkan," kata Palmer.
Keyakinan Palmer terhadap visi klub diperkuat melalui komunikasi intens dengan kapten tim Reece James mengenai arah pengembangan skuad. Ia menilai keputusan James memperpanjang kontrak durasi panjang merupakan sinyal positif bagi masa depan The Blues.
"Reece tidak akan menandatangani kontrak panjang bila dia tidak tahu arah klub ini. Kami sering berbicara soal apa yang dibutuhkan tim," ujar Palmer.
Meskipun mengakui Manchester sebagai kampung halaman tempat seluruh keluarganya berada, Palmer merasa tidak memiliki alasan mendesak untuk kembali ke sana dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa prioritasnya saat ini adalah membantu Chelsea mengejar posisi di zona Liga Champions.
"Semua orang hanya bicara," kata Palmer dalam wawancara dengan The Guardian saat ditanya tentang rumor Manchester United. "Ketika saya melihatnya, saya hanya tertawa. Jelas Manchester adalah rumah saya. Seluruh keluarga saya ada di sana, tapi saya tidak merindukannya. Mungkin saya akan merindukannya jika tidak pulang selama tiga bulan atau lebih. Tapi ketika saya pulang, saya pikir tidak ada yang bisa saya lakukan di sana. Saya tidak punya rencana untuk pindah dari Chelsea. Kami masih punya banyak hal yang harus diperjuangkan."
Palmer juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkonsultasi dengan spesialis terkait cederanya yang membutuhkan waktu pemulihan hingga 12 minggu. Pengalaman tersebut menjadi tantangan baru karena ia sebelumnya belum pernah mengalami cedera serupa yang menghambat kemampuannya menendang bola.
"Saya dan Reece banyak berbicara," jelas Palmer. "Tentang hal-hal yang kami butuhkan, pemain yang perlu kami rekrut, dan bagaimana segala sesuatunya harus berjalan. Dia tidak akan menandatangani kontrak baru jika tidak tahu apa yang sedang terjadi. Reece tidak akan menandatangani kontrak enam tahun jika belum berbicara dengan pemilik dan direksi. Ini adalah sesuatu yang kami kerjakan bersama. Kami sepaham. Kami ingin menang sekarang dan saya pikir jika kami melakukan perekrutan yang tepat pada musim panas, kami bisa bersaing untuk trofi-trofi besar musim depan."
Ambisi besar Palmer lainnya adalah mengamankan tempat di skuad tim nasional Inggris asuhan Thomas Tuchel untuk Piala Dunia mendatang. Ia berharap bisa mengulangi performa impresifnya seperti saat mencetak 14 gol dalam 20 pertandingan Liga Premier musim lalu.
"I'm fine now," tegas Palmer. "Ini hanya soal menemukan ritme dan tampil kembali. Karena saya tampil bagus saat pertama kali datang ke sini. Musim lalu saya mencetak 14 gol di Liga Premier dalam 20 pertandingan. Lalu ada Piala Dunia Antarklub. Kemampuan itu tidak akan hilang begitu saja. Saya tidak kehilangan semua kemampuan saya. Saya hanya cedera. Sekarang tinggal fokus pada beberapa minggu terakhir ini. Kembali menjadi diri saya yang saya kenal dengan baik. Bekerja keras dan semoga bisa berangkat bersama timnas Inggris. Saat saya bahagia, saya bermain dengan performa terbaik."
"Semua orang hanya berbicara. Ketika saya melihatnya, saya hanya tertawa. Jelas Manchester adalah rumah saya. Semua keluarga saya ada di sana, tetapi saya tidak merindukannya," kata Palmer dikutip dari Sportbible melalui CNN Indonesia.
Pemain muda ini menegaskan bahwa hubungannya dengan manajemen klub sangat terbuka dalam mendiskusikan kebutuhan tim. Diskusi rutin mengenai bursa transfer musim panas menjadi bagian dari upayanya membawa Chelsea kembali kompetitif di level tertinggi.
"Mungkin saya akan merindukannya jika saya tidak pergi selama tiga bulan atau lebih. Tetapi kemudian ketika saya pulang, saya berpikir tidak ada apa pun di sana untuk saya. Saya tidak punya rencana untuk pindah dari Chelsea. Kami masih punya banyak hal yang harus diperjuangkan," ujar Palmer menambahkan.
Palmer merasa optimis bahwa dengan tambahan pemain yang tepat, Chelsea akan mampu bersaing memperebutkan trofi besar pada musim depan. Saat ini Chelsea menempati peringkat keenam klasemen dan terpaut empat poin dari zona kualifikasi Liga Champions.
"Reece tidak akan menandatangani kontrak enam tahun jika dia belum berbicara dengan pemilik dan direksi," kata Palmer.
Proyek jangka panjang pemilik klub menjadi alasan utama mengapa para pemain kunci bersedia berkomitmen dalam waktu lama di Stamford Bridge. Laga melawan Manchester United pada Minggu dini hari menjadi pembuktian loyalitas Palmer di hadapan publik sendiri.
"Saya dan Reece banyak berbicara. Tentang hal-hal yang kami butuhkan, pemain yang perlu kami kontrak, dan bagaimana seharusnya segala sesuatunya berjalan. Dia tidak akan menandatangani kontrak baru jika dia tidak tahu apa yang sedang terjadi," ujar Palmer menambahkan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·