Cremonese Andalkan Jamie Vardy Hadapi Pisa di Stadion Giovanni Zini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Manajer Cremonese Marco Giampaolo resmi menurunkan penyerang Jamie Vardy sebagai starter dalam laga kandang melawan Pisa di Stadion Giovanni Zini pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 15.00 waktu setempat.

Pertandingan pekan ke-36 Serie A ini menjadi kesempatan terakhir bagi klub berjuluk I Grigiorossi untuk menghidupkan peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia setelah terpuruk di peringkat ke-18 klasemen.

Cremonese saat ini mengoleksi 28 poin dan terpaut empat angka dari zona aman, sementara Pisa sudah dipastikan terdegradasi ke Serie B karena tertahan di posisi dasar klasemen dengan 18 poin.

Kiper kelahiran Indonesia, Emil Audero, tetap dipercaya mengawal gawang tuan rumah dengan catatan 134 penyelamatan sepanjang musim ini demi membendung serangan tim tamu yang dipimpin penyerang Henrik Meister.

Pelatih Marco Giampaolo menekankan pentingnya kemenangan bagi skuatnya dalam konferensi pers sebelum pertandingan yang dilansir oleh CalcioMercato.

"There is no other way, we have to win," kata Giampaolo, Manajer Cremonese.

Ia menegaskan bahwa tim harus menunjukkan karakter dan ketahanan mental yang kuat saat menghadapi situasi sulit di papan bawah klasemen.

"These matches are worth more than three points in the table. That something extra is character, self-respect, resilience, ferocity, the ability to fight back against the table. I told the squad they are aware there is only one option," ujar Giampaolo, Manajer Cremonese.

Meski Pisa berada di posisi terbawah, Giampaolo memperingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan lawan yang diprediksi akan bermain tanpa beban.

"Nobody gives anything to anyone," ucap Giampaolo, Manajer Cremonese.

Menurutnya, para pemain perlu menggali motivasi lebih dalam setelah kekalahan dari Lazio pekan lalu untuk memberikan respons positif di lapangan.

"Pisa will play their match as is right. We need to look for something deeper, the feelings we have, even within the team relationship. I have nothing to reproach from the defeat against Lazio. I am not criticising the squad, I am calling them for this appointment," terang Giampaolo, Manajer Cremonese.

Menanggapi keraguan suporter mengenai motivasi tim, sang pelatih memberikan bantahan tegas terhadap isu kurangnya komitmen para pemain.

"An unmotivated player is one who gives nothing emotionally, to whom winning or losing does not matter," tegas Giampaolo, Manajer Cremonese.

Giampaolo meyakini seluruh anggota skuat memiliki keinginan besar untuk menang dan siap memberikan segalanya demi harga diri klub.

"I do not think we have players like that here. Tomorrow there is a roll call and we are called to respond in our attitudes and our ability to be resilient. The discussion goes beyond three points," tutur Giampaolo, Manajer Cremonese.

Mengenai strategi permainan, ia menyebut aspek taktis hanya bagian kecil dibandingkan semangat juang kolektif di lapangan.

"The formation is the small part of a match that contains billions of other things," ungkap Giampaolo, Manajer Cremonese.

Cremonese diketahui sering berganti skema antara pertahanan tiga bek dan struktur serangan yang dinamis sesuai kebutuhan laga.

"With a 5-3-2 you can win and you can lose. The module itself is worth nothing," pungkas Giampaolo, Manajer Cremonese.

TimPosisiPoinSelisih Gol
Cremonese1828-26
Lecce (Zona Aman)1732-
Pisa2018-38

Data dari OneFootball menunjukkan Cremonese menggunakan formasi 4-4-2 dengan menduetkan Vardy dan Bonazzoli, sedangkan pelatih Pisa, Hijlemark, menerapkan formasi 3-5-2 mengandalkan duet Moreo dan Stojilkovic.